Kamis, 11 Juni 2015

10 ARTIS PEMERAN TOKOH ALKITAB TERBAIK

Film adaptasi cerita Kitab Suci Umat Kristiani hingga hari ini masih menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat dunia. Alur ceritanya yang menarik, disertai penggunaan teknologi sinematografi yang canggih, membuat banyak orang ingin tahu. Bahkan tidak sedikit orang non-Kristen yang menonton film itu, dan mendapatkan inspirasi serta pencerahan mengenai ajaran Kristen. Pada akhirnya, film adaptasi cerita Alkitab itu sukses, tidak saja secara komersil tapi juga sukses membawa pesan pengharapan bagi banyak orang yang menontonnya.

Kesuksesan film-film tersebut tidak terlepas dari peran para aktor dan aktris dalam film itu yang menjiwai peran tokoh Akitab yang mereka bawakan. Peran yang mereka bawakan itu sangat menyentuh, membuat para penonton tidak saja kagum, namun juga dapat tersentuh, yang pada akhirnya membuat para penonton itu bertobat dan iman mereka terbarukan lagi.

Berikut ini adalah 10 Aktor dan Aktris yang pernah memerankan tokoh Alkitab dengan sangat baik dan sempurna :

1. JIM CAVIEZEL - YESUS KRISTUS (THE PASSION OF THE CHRIST)
Meski film yang dirilis tahun 2010 ini mendapatkan protes keras dan kontroversi karena dipenuhi dengan adegan-adegan brutal dan mengerikan, serta ketidakakuratan dalam berbagai hal, tapi kita tidak bisa sangkal kalau Jim Caviezel - aktor pemeran Yesus Kristus - dalam film ini bermain sangat gemilang dan luar biasa.

Ya, Caviezel bermain dengan sangat baik di film tersebut. Bukan saja lewat aktingnya yang luar biasa dalam memerani Yesus yang mengalami penderitaan mental dan badani, tetapi juga penghayatannya pada peran tersebut lewat dialog bahasa Aramaic yang digunakannya sepanjang film. Jelas tidak mudah, karena bahasa itu bukan bahasa yang dipahaminya. Caviezel harus benar-benar mendalami kapan dia harus marah, sedih, keras, dan berbicara pelan.

Pemahamannya yang sedemikian hebat, membuat banyak orang takjub dan hormat pada peran yang dibawakannya. Jadi sangat wajar banyak orang yang kemudian bertobat, menangis terharu, bahkan pingsan saat menyaksikan adegan penderitaan dan pelepasan pengampunan Yesus Kristus yang dibawakan Jim Caviezel.



2. JEFFREY HUNTER - YESUS KRISTUS (KING OF KINGS)
Jauh sebelum film The Passion of the Christ meledak dan sukses, King of Kings (1961) sudah lebih dulu menjadi salah satu film adaptasi Alkitab yang paling populer di masanya. Dan Jeffrey Hunter diyakini banyak penonton sebagai aktor pemeran Yesus Kristus paling sempurna.

Peran Yesus Kristus yang dibawakan Hunter terbilang sangat sempurna. Mulai dari tatapan matanya yang teduh, cara bicaranya yang pelan namun tegas, bahkan dalam penderitaan saat Yesus disalibkan, semua adegan itu dibawakan Hunter dengan sangat baik, dan berhasil menyentuh hati banyak penonton. Karena pembawaannya yang begitu sempurna sebagai Yesus Kristus, banyak orang yang percaya kalau Jeffrey Hunter memiliki kesamaan wajah dengan Yesus Kristus, sehingga banyak pelukis yang kemudian mengunakan wajah Hunter sebagai inspirasi untuk melukis wajah Yesus Kristus.



3. CHARLTON HESTON - NABI MUSA / MOSES (THE TEN COMMANDMENTS)
Christian Bale boleh saja dipuji banyak orang berkat peran Nabi Musa yang dibawakannya lewat pendekatan yang berbeda dengan sangat brilian di film Exodus : Gods and Kings (2015). Tapi saya yakin tidak ada yang bisa menampik kalau sosok ikonik Nabi Musa paling sempurna dan sesuai dengan penggambaran Nabi Musa di Alkitab, adalah Nabi Musa yang dibawakan Charlton Heston di film The Ten Commandments yang dirilis tahun 1956.
Untuk menjiwai perannya sebagai Musa, Heston meluangkan waktunya mendalami semua literatur yang berhubungan dengan Mesir. Pemahamannya tentang kehidupan bangsa Mesir di masa lalu itulah yang kemudian membuatnya mampu menginteprestasikan sosok Musa dengan sempurna. Pada akhirnya, penonton menilai sosok yang diperani Heston inilah yang merupakan sosok dan penggambaran paling tepat dari Nabi Musa yang ditulis di Alkitab.


4. MAIA MORGENSTERN - MARIA IBU YESUS (THE PASSION OF THE CHRIST)
Hati ibu mana yang tidak tercabik-cabik melihat anaknya disiksa orang dan harus menderita bagi orang banyak? Inilah penggambaran paling realistis yang ditampilkan Maia Morgenstern saat memerani Maria, Ibu Yesus Kristus. Anda pasti ikut trenyuh saat melihat adegan tubuhnya terguncang hebat menahan amarah, sakit hati, sedih, perih, dan haru saat melihat anak kesayangannya disiksa sedemikian kejam oleh Bangsa Romawi.
Morgenstern benar-benar bisa menghayati perasaan seorang Ibu yang menyaksikan penderitaan anaknya tersebut. Begitu dasyatnya penghayatan peran Maria yang dia bawakan, hingga mampu membuat para penonton ikut merasakan kesedihan yang dirasakan Maria.

Dari sekian banyak pemeran wanita yang pernah memerani Maria Ibu Yesus, Maia Morgenstern-lah pemeran pertama yang mampu membuat penonton menangis terharu.



5. OSCAR ISAAC - YOSEPH AYAH YESUS (THE NATIVITY STORY)
Pria mana yang tidak sakit hati ketika tahu kekasihnya tiba-tiba hamil? Dan pria mana yang punya iman sedemikian besar pada Tuhan yang kemudian mendedikasikan hidupnya untuk menjaga dan merawat anak yang ada di kandungan kekasihnya sebagai Anak Allah? Oscar Isaac menampilkan aktingnya yang sangat gemilang sebagai Yoseph, ayah Yesus Kristus di film The Nativity Story (2006). Meski di awal film dia tampil sangat "biasa-biasa saja", tapi penghayatan perannya mulai terlihat di tengah-tengah film, ketika adegan saat Yoseph membawa Maria ke Betlehem.

Perjalanan sulit yang ditempuh Yoseph dan Maria itu ditampilkan dengan sangat dramatis dan memukau. Oscar Isaac bermain dengan sangat baik sebagai seorang suami yang sangat kuatir pada istrinya yang sudah hamil tua. Bahkan akting paling dramatisnya - dan menjadi adegan favorit saya - adalah saat istrinya sudah harus melahirkan, dan Yoseph menggedor-gedor pintu rumah orang meminta bantuan, kemudian dengan panik membopong istrinya menuju ke kandang hewan untuk melahirkan. Isaac menampilkan akting yang prima, sehingga mampu mengaduk-aduk emosi para penonton.



6. VICTOR MATURE - SAMSON (SAMSON & DELILAH)
Epik Samson dan Delilah sudah beberapa kali dibuat. Bahkan Indonesia pun pernah mengadaptasi kisah ini (dengan diperani Suzanna sebagai Delilah). Namun tampaknya semuanya tidak dapat menyaingi kesuksesan film Samson & Delilah versi Cecil B. Mille yang dirilis tahun 1949.

Film ini merupakan film adaptasi terbaik kisah Samson dan Delilah yang legendaris tersebut. Alurnya sangat indah, ceritanya pun mengalir sangat dramatis. Bahkan saat Samson merubuhkan pilar biara yang mengubur dirinya, Delilah dan orang-orang Filistin menjadi adegan ikonik yang paling dramatis hingga saat ini. Selain filmnya, akting Viktor Mature sebagai Samson juga patut diacungi jempol. Meski pada awal perilisan film, aktingnya banyak dikritik karena dianggap terlalu kaku, namun justru kemudian dipuji karena dinilai sebagai penggambaran paling pas dari Samson yang ada di Alkitab.



7. HEDY LAMARR - DELILAH (SAMSON & DELILAH) 
Sama halnya dengan Victor Mature, Hedy Lamarr yang memerani Delilah dalam film Samson & Delilah (1949) juga mendapatkan apresiasi yang sangat baik dari para kritikus.

Lamarr memerani Delilah yang menggoda dirasa sangat pas dan sempurna sekali. Mimik wajahnya yang menampakkan sosok wanita cantik yang menggoda dan licik, namun kemudian dapat berubah drastis menjadi wanita penuh penyesalan. Akting yang sedemikian kontras itu dibawakan Lamarr dengan sempurna, membuatnya memenangi penghargaan Best Screen Performance By An Actress yang diselenggarakan British Picturegoer Awards tahun 1951.



8. ANTHONY QUINN - BARABBAS (BARABBAS)
Meski karakter ini tidak banyak disebut dalam Alkitab, namun keberadaannya menjadi bagian dari rencana Tuhan untuk penyelamatan umat manusia. Karena itulah,meski Alkitab tidak menceritakan dengan detil latar belakangnya, banyak produser yang tertarik dengan peran Barabbas, sehingga membuat latar belakang fiksi karakter ini yang dihubungkan dengan kejadian di Alkitab.

Salah satu pendekatan karakter Barabbas yang dinilai paling pas dan sempurna adalah karakter yang diperani Anthony Quinn di film Barabbas (1961) yang disutradarai Richard Fleischer. Film yang diadaptasi dari novel berjudul sama karya Par Lagerkvist ini mengisahkan tentang kejadina yang dialami Barabbas pasca dipilih untuk dibebaskan dan Yesus Kristus disalibkan. Penyaliban Tuhan Yesus dan kebangkitan-Nya, ternyata merubah Barabbas - yang kala itu seorang penjahat - menjadi seorang pengikut Kristus sejati. Pertobatan ini membawanya  hukuman mati di mana pada akhir cerita dia disalib bersama Petrus dan beberapa orang pengikut Yesus.

Meski cerita Barabbas ini murni fiksi belaka, namun banyak orang percaya kalau Barabbas benar-benar bertobat dan menjadi salah satu murid Yesus paling loyal pasca kenaikan Yesus ke Surga. Hal ini tidak lepas dari akting Quinn yang sangat totalitas, sehingga mampu meyakinkan para penonton tentang sosok Barabbas ini.

TRIVIA : Pengambilan gambar adegan Yesus disalibkan dilakukan pada tanggal 15 Februari 1961, dan secara tidak sengaja bertepatan dengan terjadinya gerhana matahari total di lokasi shooting. Kejadian ini memunculkan banyak spekulasi dan perdebatan. Ada yang menyebutkan waktu gerhana matahari total itu diketahui Sutradara Richard Fleischer dan sengaja melakukan adegan penyaliban tepat pada saat gerhana matahari total untuk menimbulkan efek supranatural. Namun banyak yang percaya kalau Fleischer memang tidak tahu akan ada gerhana matahari, dan pengambilan gambar dalam kondisi gerhana matahari total adalah murni "campur tangan Tuhan".



9.  ANTHONY HOPKINS - SAULUS / PAULUS (PETER AND PAUL)
Saulus / Paulus adalah salah satu karakter yang cukup berpengaruh di Kitab Perjanjian Baru. Perubahan imannya dari pembenci pengikut Kristus menjadi pengikut setia Yesus merupakan kisah transformasi hidup yang sangat dasyat dan mempengaruhi banyak orang.

Bisa dikatakan pemilihan Anthony Hopkins sebagai Saulus / Paulus dalam film Peter And Paul (1981) ini adalah sangat tepat. Hopkins adalah aktor serba bisa yang mampu memerani karakter baik dan buruk sekaligus dengan sangat sempurna. Jadi terasa sekali kemampuan akting luar biasa Hopkins di film ini saat dia bertransformasi dari Saulus yang kejam,menjadi Paulus yang lemah lembut dan penuh kasih. Film arahan sutradara Robert Day ini mengisahkan tentang kehidupan Saulus di awal, saat berjumpa dengan Kristus di Damascus, perkenalannya dengan Petrus, hingga pada saat dia dipenjara dan dieksekusi oleh Nero.



10. DIOGO MORGADO - YESUS KRISTUS (SON OF GOD)
Diogo Morgado merupakan aktor yang diyakini sebagai pemeran Yesus Kristus terbaik di era tahun 2000-an. Dia membawakan perannya di film Son of God yang dirilis tahun 2014 silam.

Di film tersebut, Morgado memerani Yesus Kristus sejak Yesus dibabtis Yohanes Pembabtis, hingga Dia disalibkan. Mimik wajahnya yang sangat teduh serta suaranya yang tegas namun lembut, membuat banyak orang terkesima dan takjub pada Morgado. Meski filmnya sendiri kurang mendapatkan respon yang baik dari para kritikus - mengingat cerita yang dibawakan terlalu "datar" - namun para penonton tidak akan melupakan wajah dan suara Morgado yang begitu berwibawa dan menggetarkan hati.


Senin, 25 Mei 2015

A BOX OF FAITH (2015)

Judul Film : A Box of Faith (2015)
Sutradara  : Auturo Gavino
Pemeran : Savanah McMahon, Julie Van Lith, Bill Wetherill
Tanggal rilis : 12 Mei 2015
Durasi : 89 menit


Satu kata yang muncul dari mulut saya saat usai menyaksikan film ini : Mengharukan.

Ya.... film ini membawa pesan yang sangat mengharukan, tentang bagaimana kekosongan hati seseorang yang ditinggal pergi orang yang dikasihinya. Dior (diperani dengan sangat baik oleh Savanah McMahon), adalah seorang gadis remaja 16 tahun yang sangat mengasihi kedua orang tuanya. Dia pun adalah seorang remaja yang percaya dan patuh pada Kuasa dan Kemuliaan Tuhan.

Kebahagiaannya tidak berlangsung lama, karena dia harus kehilangan ibunya yang meninggal karena kanker. Dia pun harus berpisah dengan ayahnya yang harus dipenjara karena melakukan sebuah kesalahan yang tidak disengajanya di tempat kerja. Maka tinggallah Dior remaja yang sendirian. Dalam kesendiriannya ini, dia belajar bahwa Tuhan ingin Dior lebih dekat dengan-Nya. Karena itu, ketika seorang pekerja sosial bernama Ms Ward (Julie Van Lith) berniat membawanya ke panti asuhan, Dior kabur dan bersembunyi di tempat kos ayahnya. Dia sangat percaya bahwa Tuhan akan menjaga dan menghidupinya, sehingga dia tidak butuh bantuan siapapun sama sekali.

Ms Ward yang penuh kasih sayang, mencoba mendekati Dior, namun selalu gagal. Dior kemudian mulai membuka diri dengan meninggalkan surat kecil yan diselipkannya di kaca mobil Ms Ward. Mengetahui Dior sudah mulai membuka hati padanya, Ms Ward kemudian merespon surat Dior dengan membalas surat tersebut dan memberikannya uang. Dior - yang tetap yakin akan pertolongan Tuhan - justru memberikan uang itu pada gelandangan, sehingga dia diperalat Emma (Laura Van Lith), seorang gelandangan yang berniat memeras Dior.

Berkat doa Dior yang tiada henti, Tuhan akhirnya membuka jalan padanya. Ayahnya yang ditahan, terbukti tidak bersalah, sehingga dia terbebas dari penjara. Namun bukan hanya mujizat itu saja yang Tuhan berikan pada Dior. Masih banyak lagi berkat-berkat tak terduga yang Dior dapatkan sebagai bentuk dari kesetiaannya pada Tuhan. Apa sajakah itu?

Film ini sungguh sebuah film yang indah karena menampilkan plot yang indah tentang penguatan setelah kehilangan, dan bagaimana iman dapat mengubah banyak hal.

Pada saat Anda sedang kehilangan, sedang mengalami penderitaan yang sangat, maka film ini adalah sebuah pilihan terbaik yang wajib Anda tonton.

AFTER (2012)

Judul Film    : After
Sutradara      : Ryan Smith
Pemeran       : Steven Strait, Karolina Wydra, Sandra Lafferty
Tanggal rilis : 14 September 2012
Durasi          : 90 menit

Film produksi Kanada ini adalah film bergenre horor-fantasi. Pertama kali dirilis tanggal 19 April 2012 di Nasville Film Festival, film ini ditayangkan ke publik Kanada pada tanggal 14 September 2012.

Film ini terbilang cukup menarik untuk disimak karena menampilkan akting yang sangat brilian dari Steven Strait dan Karolina Wydra. Sepanjang film, keduanya tampil berdua dan nyaris menguasai keseluruhan film dengan akting duet mereka.

Dikisahkan bahwa Ana (Wydra) adalah seorang penulis yang bekerja sebagai perawat. Satu malam dia menaiki bis untuk pulang. Dalam perjalanan pulang dengan bis itu, dia berkenalan dengan Freddy (Strait), seorang komikus. Namun baru saja keduanya bercakap-cakap, tiba-tiba terjadi tabrakan hebat.

Cerita pun berpindah, ketika Ana tiba-tiba terbangun dan menyadari dirinya berada di dalam rumahnya. Saat keluar dari rumah, dia menyadari kalau kota tempat tinggalnya kosong tanpa penghuni. Dia pun berjumpa dengan Freddy yang tinggal tidak jauh darinya. Keduanya mencari tahu keberadaan para penduduk. Namun saat berjalan menuju ke ujung kota, mereka menemukan kalau kota mereka dikepung oleh kabut gelap yang tebal. Apabila mereka mencoba menembus kabut itu, maka mereka akan sakit. Dan kabut itu ternyata terus bergerak mengepung mereka.

Ketika mencari tahu apa yang sesungguhnya sedang terjadi, Ana dan Freddy menyadari kalau apa yang mereka lihat saat ini bukanlah kejadian sebenarnya, tetapi kejadian alam bawah sadar mereka. Ana dan Freddy sedang dalam kondisi koma. Kabut gelap pekat itu tidak lain adalah waktu bagi mereka untuk tetap bisa hidup. Apabila kabut telah menutup seluruh kota, maka Ana dan Freddy pun akan lenyap.

Pencarian mereka kemudian menemukan bahwa di dalam kabut terdapat pintu yang harus mereka buka. Masalahnya kunci menuju pintu tersebut dipegang oleh seekor monster misterius yang terus-menerus mengejar mereka. Ana dan Freddy kembali menyadari kalau apa yang mereka alami saat ini sebenarnya tidak lain dari perwujudan masalah mereka di masa lalu yang harus mereka tuntaskan saat ini. Mereka harus berdamai dengan masa lalu, agar bisa melanjutkan hidup di masa kini. Sanggupkah mereka?

Film ini menarik karena mengangkat tema yang sangat universal, di mana setiap manusia sering punya kepahitan di masa lalu yang menghambat perkembangan kepribadiannya di masa kini. Film ini mengajarkan agar kita dapat mengampuni kepahitan di masa lalu, akan kita bisa lebih move-on di masa kini, sehingga bisa bertumbuh di masa depan.

After merupakan film yang cukup menarik karena dipenuhi dengan adegan yang menegangkan, dan terus-menerus mengajak penonton untuk mereka-reka, apa yang kira-kira akan terjadi selanjutnya. Pada akhirnya, meski film ini menampilkan monster dan ketegangan, namun ada perenungan yang dapat kita ambil dari film ini : Bahwa hidup jauh lebih baik ketika kita tidak hidup dengan membawa kepahitan dari masa lalu.

Jumat, 17 April 2015

CATASTASIS (2015)

Judul Film        : Catastasis
Sutradara          : Anthony Hackett
Pemeran           : Anthony Hacket, Mariela Hill, Eric Slodysko, Leshe Shari
Tanggal tayang : 3 April 2015
Durasi               : 88 menit

Mungkin ketika mendengarkan kotbah yang disampaikan Pendeta di Mimbar Gereja setiap minggu, kita semua mengira kalau apa yang disampaikan Pendeta itu adalah hal yang juga sang Pendeta itu lakukan dalam kehidupan sehari-harinya. Nyatanya tidak semua Pendeta melakukannya. Dan kalau pun dilakukan, sebenarnya mereka mengalami pergumulan yang sama hebatnya dengan kita. 

Film ini menggambarkan bagaimana sebenarnya perjuangan seorang Pendeta atau Pastor dalam melakukan apa yang dikotbahkannya setiap minggu di Mimbar Gereja. Dikisahkan Pastor Paterson (Anthony Hacket) adalah seorang Pastor yang selalu mengkotbahkan hal-hal yang termuat dalam Alkitab, dan selalu mengajarkan jemaatnya untuk menjalani hidup mereka sesuai dengan Firman Tuhan.

Namun satu pagi, Pastor Paterson tiba-tiba dibangunkan oleh sebuah telepon dari seseorang yang tidak dikenal. Orang tersebut mengatakan bahwa dia telah menyandera Pastor Paterson di dalam rumahnya, sehingga sang pastor tidak bisa keluar dari rumah. Satu-satunya cara agar Pastor Paterson bebas adalah dengan menjalankan semua yang pernah dia kotbahkan di atas Mimbar Gereja. Meski awalnya tidak percaya, tetapi setelah gagal melarikan diri dan tidak bisa keluar dari rumahnya, Pastor Paterson pun menyadari kalau dirinya terjebak di dalam rumahnya sendiri.

Intensitas ketegangan memuncak manakala orang itu mengancam akan membunuh Pastor Paterson jika dia tidak melakukan semua ajarannya sendiri. Penelepon tersebut mengetahui semua gerak-gerik Pastor Paterson di dalam rumah, sehingga tidak ada cara bagi sang Pastor untuk melarikan diri. Siapakah orang itu? Apa yang dia maui sebenarnya dari Pastor Paterson? Film ini berakhir cukup dramatis dan mengejutkan. Seperti apa? Tonton saja sendiri ya....

Film sederhana namun menegangkan ini menawarkan sebuah tontonan thriller yang mendebarkan, sekaligus memberikan moral pelajaran yang mendalam : Bagaimana pun juga Pendeta atau Pastor adalah juga manusia biasa. Meski mereka mengajarkan Kebaikan sesuai Firman Tuhan, belum tentu mereka sendiri mampu menerapkan ajarannya sendiri dalam setiap bagian hidup mereka. Karena itu, janganlah menganggap Pendeta atau Pastor sebagai Orang Suci yang tidak pernah melakukan kesalahan. Mereka bukan Tuhan yang sempurna. Mereka sama seperti kita. Hanya saja tugas mereka adalah mengingatkan kita tentang Firman Tuhan.


PRISONERS

Judul Film     : Prisoners
Sutradara       : Denis Villeneuve
Pemeran        : Hugh Jackman, Jake Gyllenhall, Viola Davis, Maria Bello, Terrence Howard
Durasi           : 153 menit
Tanggal edar : 20 September 2013

Film drama-thriller ini bisa saya katakan sebagai film yang sangat emosional. Mengharukan. Menegangkan. Sekaligus pula bikin penasaran dan penuh kejutan. Ceritanya terbilang cukup kompleks, tapi tidak rumit.

Dikisahkan dua keluarga - pasangan Keller Dover (Hugh Jackman) dan Grace (Maria Bello) dengan tetangganya Franklin (Terrence Howard) dan Nancy Birch (Viola Davis) - sedang mengadakan pesta Thanksgiving di rumah. Dalam suasana meriah itu, tiba-tiba kedua anak perempuan mereka yang masih kecil - Anna Dover (Ertin Gerasimovich) dan Joy Birch (Kyla Drew Simmons) - menghilang. Pencarian dilakukan di sekitar lingkungan rumah mereka, namun sia-sia.

Kedua keluarga itu kemudian menghubungi polisi. Adalah Detektif David Loki (Jake Gyllenhaal) yang turun tangan menangani kasus ini.Dalam waktu beberapa jam, mereka berhasil menemukan seorang pengendara kendaraan yang diduga mengetahui keberadaan kedua anak tersebut. Sang pengendara, Alex Jones (Paul Dano), ternyata adalah seorang remaja dengan intelengesi di bawah seratus dan bertingkah layaknya anak berusia 10 tahun. Setelah diinterogasi, polisi tidak menemukan adanya keterkaitan Alex dengan hilangnya kedua anak itu.

Namun Keller sangat yakin jika Alex adalah pelakunya. Terlebih ketika Alex dibebaskan - dan disantroni Keller di depan kantor polisi - dia berbisik pada Keller kalau "Mereka tidak menangis saat aku meninggalkan mereka" (They didn't cry until I left them). Petunjuk ini membuat Keller sangat yakin kalau Alex adalah pelakunya, dan tahu di mana anaknya disekap.

Keller kemudian menculik Alex dan menyiksanya. Namun betapa hebatnya Keller menyiksa Alex, tidak ada petunjuk apapun yang keluar dari mulut Alex.

Sementara itu, Detektif Loki mengalami kesulitan mengungkap kasus ini, karena semakin dalam dia menggali kasus ini, semakin tampak mustahil kasus ini diselesaikan. Dan tanpa sengaja, dia menemukan fakta-fakta baru, yang membawanya membongkar kasus-kasus serupa yang pernah terjadi 10 tahun silam. Film ini pun diakhiri dengan "happy ending" dan kejutan yang tidak terduga.

Banyak sekali adegan emosional yang ditampilkan di film berdurasi 2.5 jam ini. Penonton disuguhkan akting gemilang Hugh Jackman yang berperan sebagai seorang ayah, yang penuh penyerahan diri kepada Tuhan dalam pencarian anaknya. Meski anaknya hilang, namun dia tetap yakin kalau Tuhan akan menjaga dan dengan iman, dia terus mencari anaknya yang hilang itu. Perjuangannya pun akhirnya membuahkan hasil, meski nyawanya menjadi taruhan.

Sebagai sebuah hiburan, film ini menyuguhkan sebuah tontonan yang sangat menguras emosional, karena penuh dengan adegan yang mengharukan, mengejutkan, menegangkan, dan penuh misteri. Dalam peredarannya di Amerika Serikat, film yang dibuat dengan dana US$ 46 juta ini berhasil meraup keuntungan finansial hingga US$ 122 juta. Selain itu, film ini pun mendapatkan respon yang sangat baik dari para kritikus film dunia. Serta menjadi nominasi penghargaan internasional seperti Toronto International Film Festival 2013 dan Hollywood Film Festival 2013.



TENTANG "MISOTEISME"
Di balik ketegangan dan keseruan film Prisoners, sebenarnya ada konteks Injili yang ingin diangkat oleh Sutradara film, yaitu konteks tentang "Misoteisme". Ajaran apa itu?

Misoteisme adalah aliran "Membenci Tuhan". Aliran ini ternyata sedang sangat marak terjadi dan menyebar di seluruh dunia. Ajaran ini muncul sebagai bentuk kekecewaan banyak orang pada Tuhan yang - menurut mereka - sudah tidak lagi perduli dan meninggalkan mereka. Akibatnya banyak orang meninggalkan imannya dan memilih menjadi orang-orang yang membenci Tuhan dan sengaja melakukan hal yang tidak berkenan pada-Nya.

Kata "Misoteisme" sendiri berasal dari bahasa Yunani, yaitu "Misos" (Benci) dan "Theos" (Tuhan). Istilah ini dikenal dan muncul pertama kali dalam literatur Islandia berjudul "Islendingasogur" atau "The Saga of Icelanders" yang terbit pada abad 10 Sesudah Masehi. Dalam tulisan itu, Hrafnkell - tokoh utama cerita tersebut - menyebutkan penyangkalannya pada Tuhan setelah melihat Kuilnya di Freyr dibakar dan dia menjadi budak negerinya sendiri.

Selain Misoteisme, konsep teologi lain yang mirip dengannya adalah Distheisme, di mana konsep ini mengajarkan kalau Tuhan tidak sepenuhnya baik. Bahkan bisa jadi Tuhan adalah Sang Iblis sendiri.

Banyak orang berpikir kalau baik Misoteisme maupun Distheisme adalah kepercayaan masing-masing pribadi, yang tidak akan mengganggu orang lain. Tapi faktanya, kedua ajaran ini sebenarnya sangat berbahaya karena dapat merusak iman banyak orang.

Seperti yang ditampilkan dalam film Prisoners, pelaku kejahatan dikisahkan adalah orang yang sangat patuh dan taat pada Tuhan, serta melakukan semua firman-Nya. Bahkan dia pun menyerahkan seluruh hidupnya untuk mendirikan Kerajaan Tuhan. Tapi imannya berubah total ketika anaknya meninggal karena Kanker. Kecewa dengan Tuhan, dia kemudian menculik dan membunuh anak-anak orang beriman, membuat mereka juga kehilangan iman kepada Tuhan, dan melakukan hal serupa seperti yang dilakukannya.

Aliran Misoteisme adalah sebuah kepercayaan yang sangat berbahaya, di mana orang yang telah kehilangan imannya pada Tuhan, kemudian menyebarkan kebenciannya pada Tuhan lewat cara yang ekstrim. Tidak hanya itu, mereka pun dengan mudah dapat dihasut untuk mempercayai ajaran-ajaran baru yang bersifat destruktif, karena orang seperti ini sangat "puas" dapat menyakiti hati Tuhan yang telah mengecewakan mereka. Dan jika Anda tidak percaya dengan fakta ini, coba renungkan : Mengapa banyak orang sedemikian mudah tertarik ikut organisasi ISIS, padahal mereka tahu kekejaman yang dilakukan kelompok itu?

Film ini mengajarkan kepada kita, orang-orang beriman, agar tetap bisa menjaga hati dan terus mempertahankan iman kita. Segala bencana, sakit-penyakit, kehilangan, kekecewaan, dan hal buruk seringkali diijinkan Tuhan, bukan karena Dia sengaja melakukannya atau telah meninggalkan umat-Nya. Tapi justru segala hal itu terjadi karena Dia ingin umat-Nya menjadi lebih kuat, lebih dewasa, dan lebih siap dengan hal-hal yang lebih buruk lagi terjadi di depan. Sebab, akan datang bagi kita semua Mesias dan Nabi Palsu yang akan mendatangkan tanda dasyat dan mujizat yang akan menyesatkan orang-orang (Matius 24:24).

Apabila banyak orang masih punya iman pada Tuhan, maka Mesias dan Nabi Palsu itu tidak akan sanggup menyesatkan mereka. Tapi apa jadinya jika kepercayaan mereka pada Tuhan telah hilang dan sudah digantikan dengan kebencian? Tidak perlu menunggu lama untuk melihat mereka tunduk pada Nabi dan Mesias palsu itu. Dan ketika waktunya tiba, maka tergenapilah apa yang sudah dinubuatkan Tuhan.





Kamis, 12 Maret 2015

THE DROP BOX

Judul Film        : The Drop Box
Pemeran           : Pastor Lee Jong Rak
Sutradara          :  Brian Ivie
Durasi               : 77 menit
Tanggal tayang : 3 Maret 2015

Film ini bisa dikatakan sebuah dokumenter, bisa juga biografi. Apapun namanya, film ini benar-benar merupakan sebuah film yang sangat mengharukan dan mampu membuat siapapun menitikkan air mata saat menontonnya.

Film ini mengisahkan tentang Pastor Lee Jong Rak, seorang pastor di sebuah gereja kecil di Korea Selatan yang sering mendapatkan "kiriman" dus berisi bayi yang diterlantarkan orang tuanya. Tidak ada informasi sejak kapan hal itu terjadi, tetapi film ini menampilkan bagaimana Pastor Lee sering menemukan dus berisi bayi-bayi terlantar di depan pintu gerejanya.

Film ini menampilkan usaha Pastor Lee dalam mengupayakan kesehatan sang bayi yang ditemuinya. Karena gereja tidak punya dana untuk mengurusi anak-anak itu, Pastor Lee selalu berusaha mengupayakan dana itu ada demi para bayi tersebut. Usahanya yang gigih serta perjuangan tanpa lelah Pastor Lee menjadi inspirasi yang sangat mengharukan. 

The Drop Box menjadi film renungan tentang harga sebuah Kasih, yang tidak terukur oleh uang. Film ini juga menyoroti perilaku para orang tua yang tega membuang anaknya. Lepas karena alasan ekonomi, kesehatan, atau apapun, tindakan ini benar-benar tidak manusiawi.

Meski lokasi shooting film ini dilakukan di Korea Selatan dan semua percakapan menggunakan bahasa Korea, film ini bukan produk Negara Gingseng tersebut, tapi produksi Kanada. The Drop Box dikerjakan oleh Rumah Produksi Focus on the Family dan diproduseri Will Tober, Sarah Choi, Sam Jo, dan Dane Smith.

Minggu, 22 Februari 2015

TV Series Recommendation - THE LEFTOVERS (2014 - onward)

Judul Serial TV     : THE LEFTOVERS
Pemeran                :  Justin Thereoux, Amy Brenneman, Christopher Eccleston, Liv Tyler, Chris Zylka
Tanggal tayang      : 29 Juni 2014 - onward
Ditayangkan          : HBO
Total episode         : 10 (Season 1)

Novel fenomenal Left Behind karya Tim LaHaye dan Jerry B. Jenkins yang dirilis tahun 1995 bisa dikatakan pionir dan  tonggak awal dari dimulainya rentetan penerbitan novel-novel bertemakan akhir jaman. Selain novel, film-film bertemakan akhir jaman yang dihubungkan dengan apa yang dinubuatkan dalam Alkitab banyak bermunculan. Film yang bertemakan hal ini pun tidak saja film layar lebar, tetapi juga serial televisi.

Salah satu serial televisi yang menurut saya cukup menarik adalah The Leftovers yang Season Pertamanya tayang 29 Juli - 7 September 2014. Berbeda dengan film-film bertema akhir jaman yang banyak menampilkan prediksi-prediksi yang mengerikan (tentang Tujuh Sangkakala, Tujuh Meterai, dan Tujuh Penunggang Kuda), serial ini justru menampilkan cerita yang jauh lebih alami dan humanis.

Dengan mengambil setting di sebuah kota bernama Mapleton, New York, serial ini diawali dengan menghilangnya sebagian penduduk bumi secara tiba-tiba. Hal ini menyebabkan banyak orang yang trauma dan shock dengan menghilangnya keluarga mereka secara tiba-tiba tersebut. Hilangnya manusia di bumi itu kemudian dikenal dengan sebutan "Sudden Departure" (Kepergian yang Mendadak), membuat banyak orang yang tidak bisa terima.

Tiga tahun pasca kejadian itu, manusia di bumi mengalami perubahan kehidupan yang dramatis. Kevin Garvey (diperani Justin Thereoux) adalah seorang Kepala Polisi Mapleton, New York, yang keluarganya hancur pasca kejadian tersebut. Anak ketiganya yang dikandung oleh istrinya Laurie Garvey (Amy Brenneman) tiba-tiba menghilang begitu saja dari dalam rahim, membuat Laurie shock dan tidak bisa menerima. Karena itu, dia meninggalkan keluarganya dan bergabung dengan kelompok bernama Guilty Remnant. Kelompok tersebut merupakan kelompok misterius yang mana para anggotanya sama sekali tidak berbicara dan seharian menghabiskan waktu dengan merokok.

Dalam acara peringatan 3 tahun menghilangnya anggota keluarga para penduduk Mapleton, terjadi insiden antara penduduk dengan anggota Guilty Remnant, di mana anggota kelompok itu hadir dan meminta para penduduk melupakan keluarganya yang menghilang itu. Tentu saja hal ini menyulutkan amarah para penduduk yang berduka, sehingga melampiaskan kemarahan pada kelompok itu. Insiden ini justru membuat Kelompok Guilty Remnant dijauhi dan dimusuhi.

Sementara itu, muncul seorang "nabi" bernama Holy Wayne (Paterson Joseph) yang punya talenta penyembuhan dan datang sebagai penyelamat yang bisa mengangkat kepahitan dalam hidup manusia.  Diam-diam di balik kharisma dan kemampuan penyembuhannya itu, Wayne punya rencana tersembunyi karena dia mempersiapkan pasukan bersenjata lengkap. Kepolisian The Bureau of ATFEC (Alcohol, Tobacco, Fireamrs, Explosives, and Cults) mencium rencana busuk Wayne, sehingga memutuskan untuk bertindak duluan dengan menyerbu markas rahasia Wayne. Tapi dia berhasil lolos. Di tempat persembunyiannya, Wayne kemudian mempersiapkan pasukannya kembali untuk melancarkan penyerangan yang sebenarnya kepada Pemerintah Amerika Serikat.

Di lain pihak, ternyata diam-diam Guilty Remnant pun punya rencana untuk mengacaukan kota Mapleton, dengan berupaya membuat para penduduk melupakan sanak-saudaranya yang hilang dalam kejadian "pengangkatan" tiga tahun silam. Aksi mereka yang semula tanpa kekerasan, sedikit-demi sedikit mulai berubah, dan ini menyulitkan para polisi untuk menghentikan aksi anarkis mereka tersebut.

Mengapa pengangkatan itu terjadi? Akankah dunia akan dikuasai oleh para Nabi Palsu? Siapa sebenarnya Wayne dan Guilty Remnant?

Serial ini mendapatkan respon yang sangat positif dari para penonton Amerika Serikat. Meski serial ini kental dengan ajaran Kristen, namun ajaran tersebut tidak terlalu mencolok ditampilkan (misalnya tidak ada penekanan-penekanan ayat tertentu atau pun doktrinasi Akhir Jaman), sehingga masih bisa ditonton layaknya serial televisi sekuler pada umumnya.

Secara umum, para kritikus film memberikan apresiasi yang baik untuk serial ini, di mana rata-rata mereka memberikan nilai 9 - 9.5 dari total 10 untuk setiap episodenya, yang menjadi bukti betapa serial ini mendapatkan perhatian yang cukup baik dari mereka.

Kesuksesan serial ini berdampak sangat baik, di mana serial ini diperpanjang, dengan diproduksinya Season Kedua The Leftovers sejak Agustus 2014 silam. Season Kedua serial ini rencananya akan mulai tayang bulan Mei 2015 mendatang dengan total 10 episode.



DO YOU KNOW? 
Serial televisi The Leftovers merupakan 1 dari 7 serial yang dipilih Critic's Choice Television Award untuk kategori Most Exciting New Series of the Year. Adapun 6 seri lain yang juga mendapatkan penghargaan yang sama adalah Extant, Gotham, Halth and Catch Fire, Outlander, Penny Dreadful, dan The Strain.

Serial ini mendapatkan cukup banyak apresiasi dan nominasi penghargaan dari berbagai acara bergengsi. Beberapa diantaranya adalah nominasi Best Long Form Adapted for Pilot Episode di Ajang 67th Writers Guild of America Awards, dan tiga nominasi (Best Genre Show, Best Supportin Actress in Mini Series or TV Film, dan Best Supporting Actor for Mini Series or TV Film) di Ajang 19th Satellite Awards.