Tampilkan postingan dengan label christian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label christian. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 November 2018

Unbroken : Path to Redemption (2018)


Judul Film : Unbroken - Path to Redemption
Sutradara : Harold Cronk
Pemeran  : Samuel Hunt, Merritt Patterson, Vincenzo Amato, Vanessa Bell Calloway
Tanggal tayang : 14 September 2018

Pada tahun 2014 silam, film Unbroken menjadi salah satu film sekuler - sekaligus film Kristiani - yang meraih kesuksesan luar biasa. Uniknya, meski berlatar belakang cerita Kristiani, namun para pendukung film ini bukan orang dari latar belakang gereja. Angelina Jolie dipercaya menjadi Sutradara, dan skenario ditulis oleh Coen Bersaudara, Richard LaGravenese, dan William Nicholson. Sedangkan pemerannya adalah Jack O'Connell, Domhnall Gleeson, Liyavi, Garrett Hedlund, dan Finn Witlock.

Film ini dianggap istimewa oleh banyak penonton karena merupakan film pertama yang disutradarai oleh Angelina Jolie. Jolie sendiri - meski lahir dan dibesarkan dalam keluarga Katolik - bukanlah seorang yang taat dalam hal agama. Karena itu, film Unbroken menjadi sangat menarik karena justru disutradarai oleh orang yang bukan dari kalangan rohaniawan, dan sukses. 

Film yang diadaptasi dari novel non-fiksi karya Laura Hillenbrand (Unbroken : A World War II Story of Survival, Resilience, and Redemption) ini mengisahkan tentang Louis Zamperini, atlet lari Olimpiade Amerika Serikat yang menjadi tahanan perang tentara Jepang di masa Perang Dunia II. Pasca perang, Zamperini - lewat arahan Pastor Billy Graham - kemudian menjadi Evangelis Kristen yang befokus pada pengajaran tentang Pengampunan.

Tahun ini, sekuel Unbroken dirilis dengan judul Unbroken : Path to Redemption. Berbeda dengan seri sebelumnya, maka sekuel ini dibuat oleh para sineas film Kristen. Sutradara dipercayakan pada Harold Cronk, sutradara spesialis film Kristen yang banyak merilis film-film Kristen box-office seperti God's Not Dead (2014), dan God Bless the Broken Road (2017).

Sedangkan pemeran film ini adalah Samuel Hunt, Meritt Patterson, Vincenzo Amato, Vanessa Bell Calloway, dan Bobby Campo. Tidak ada pemeran dari seri petama yang bermain di sekuel ini.

Alur film ini melanjutkan kisah dari seri pertama Unbroken, di mana dikisahkan Louis Zamperini  (Samuel Hunt) telah kembali dari perang dan tersiksa dengan mimpi buruk pasca perang. Dia kemudian jatuh hati dan menikah dengan Cynthia Applewhite (Meritt Patterson). Namun dalam pernikahan tersebut, mereka mengalami hambatan, terutama karena trauma perang yang dialami Louis.

Beruntung mereka kemudian berjumpa dengan Billy Graham (Will Graham - cucu Billy Graham di dunia nyata), yang kemudian meneguhkan pernikahan mereka kembali, dan membuat Louis menjadi Kristen yang lahir baru. Sejak itu, Louis mulai menjalankan pelayanannya menjadi Penginjil yang mengajarkan tentang Pengampunan.

Meski film ini dikritik karena "terlalu datar" dan sangat "standar", namun dari film ini kita dapat belajar tentang pelepasan pengampunan. Bagaimana Louis berjuang keras melepaskan pengampunan pada orang-orang yang telah menyiksanya agar bisa menjadi manusia baru kembali. Tanpa mampu memberikan pengampunan, dia selamanya akan terikat pada masa lalu dan tidak mungkin bisa melanjutkan hidupnya yang baru.

Film ini juga menarik karena banyak menampilkan sosok Billy Graham, yang diperani dengan sangat baik oleh cucunya sendiri, Will Graham. Hampir semua ajaran Billy Graham dibawakan dengan sangat baik oleh Will Graham.

Sebagai film rohani keluarga, film Unbroken : Path to Redemption menawarkan sebuah tontonan yang menghibur sekaligus menguatkan iman.  Karena dikhususkan pada pengajaran Injil dan Kebenaran Firman Tuhan, film ini jadi terlalu mirip "film kotbah" berdurasi sangat panjang (98 menit) sehingga mungkin sedikit membosankan, jika dibandingkan dengan seri sebelumya.

Sabtu, 05 Agustus 2017

Recommended Movie - DEALER / HEALER (毒。誡)


Judul Film              : Dealer / Healer
Sutradara                : Lawrence Ah Mon
Pemeran                 : Sean Lau, Gordon Lam, Jiang Yi Yan, Louis Koo, Ng Man Tat
Tanggal tayang       : 18 Mei 2017

Film drama-eksyen Hong Kong ini terbilang spesial karena mengangkat kisah nyata pertobatan seorang Pemimpin Geng Hong Kong yang cukup disegani di era 1960-an bernama Peter Chan.

Peter Chan / Cheater Chan atau Chen Hua (Sean Lau) adalah seorang Pemimpin Geng yang cukup ditakuti di era 1960-an. Sejak masih muda, Chan sudah dikenal sebagai Pemimpin Geng "13 Anak Nakal dari Tze Wan Shan" (Tze Wan Shan adalah sebuah wilayah kumuh di pinggiran kota Kowloon).  Saat menginjak usia remaja, dia bergabung dengan sebuah kelompok triad di Kowloon dan menjadi pengedar narkoba. Selain menjadi pengedar, dia pun juga menjadi pengguna narkoba.

Kebiasaannya menggunakan narkoba tidak lepas dari ayahnya yang juga adalah seorang pengguna narkoba. Dulunya, Sang Ayah adalah orang yang sangat kaya raya. Tetapi karena suka menggunakan narkoba, maka lambat-laun semua hartanya habis untuk membeli obat haram tersebut. Akhirnya di usia lanjut, sang ayah meninggal karena over-dosis.

Kehidupan Chan berubah setelah dia tertangkap dalam sebuah penggerebekan yang dilakukan polisi, dan membuat dia harus merasakan sel penjara selama 5 tahun. Setelah keluar dari penjara, Chan pun masuk rehabilitasi narkoba dan bekerja di Dinas Rehabilitasi Narkoba bagi Remaja. Meski sudah bekerja cukup baik, tetapi dia dipandang sebelah mata oleh para Petugas Senior di tempat itu. Bahkan Chan berusaha disingkirkan karena dianggap terlalu "cemerlang" sehingga dapat menghambat karir para senior di tempat itu.

Chan akhirnya memutuskan keluar dari Dinas tersebut dan membuka sendiri Yayasan Rehabilitasi bagi Remaja Pengguna Narkoba.

Film drama ini cukup menarik dan sangat menyentuh. Dan meski film ini sebenarnya mengandung pengajaran Kristiani, Sutradara Lawrence Ah Mon dengan cerdas mengemas film ini menjadi sebuah tontonan drama yang sangat apik, yang tidak terlalu menonjolkan sisi keagamaan, sehingga film ini dapat diterima oleh masyarakat secara luas.

Di Hong Kong dan China sendiri, film ini mendapatkan respon yang sangat baik, mengingat nama Peter Chan sangat familiar dan terkenal di negara tersebut. Wajar jika film ini kemudian menjadi salah satu film box office di bulan Mei 2017. 



ABOUT PETER CHAN
Meski sosoknya tampak sangat santun dan bijaksana, Anda tidak akan menyangka kalau di masa mudanya Peter Chan (陳慎芝; Chen Si Zhi) adalah tokoh yang sangat ditakuti. Dia adalah mantan anggota triad di wilayah Tze Wan Shan, Kowloon, yang cukup terkenal di era 1960-an. Sepak terjangnya sangat disegani masyarakat Kowloon, dan dia dikenal karena kekajamannya yang tidak kenal ampun. 

Perubahan hidupnya terjadi pada tahun 1973, di mana dalam sebuah perkelahian antar triad, Chan mengalami luka serius yang nyaris merengut nyawanya. Beruntung dia mendapat bantuan dari sebuah gereja yang berada di tengah perkelahian, sehingga nyawanya terselamatkan. Sejak itu dia bertobat dan menerima Yesus Kristus sebagai Juru Selamat.

Meski sudah dibabtis dan menjadi Kristen, Peter Chan masih belum dapat melepaskan dirinya dari kecanduan narkoba. Karena itu, dengan bantuan Gereja, Peter Chan akhirnya mengikuti program detokfikasi dan berhasil sembuh total di tahun 1974.

Pasca lepas dari keterikatan dengan narkoba, Peter Chan memfokuskan pekerjaannya pada penyelamatan para remaja Hong Kong yang mengalami kecanduan narkoba. Lewat usahanya yang pantang menyerah, dia berhasil merehabilitasi banyak remaja Hong Kong. Selain itu, Peter Chan pun berhasil mengangkat harkat hidup para mantan pecandu narkoba sehingga mereka dapat diterima kembali oleh masyarakat, bahkan mampu berkarir layaknya orang kebanyakan pada umumnya. Atas prestasinya, Peter Chan mendapatkan penghargaan "Top Ten Outstanding Young People in Hong Kong" tahun 1987.

Kini Peter Chan masih aktif bekerja di Panti Rehabilitasi Narkoba bagi Remaja yang terletak di sebuah gereja di Tze Wan Shan, Kownloon. Usahanya dalam menyelamatkan remaja Hong Kong dari jerat narkoba sangat diapresiasi Pemerintah Hong Kong, sehingga Peter Chan sering diundang menjadi Pembicara dan Motivator acara Anti-Narkoba, baik yang diadakan di Hong Kong maupun negara lain.
Poster film "Those Were The Days...." (1995)

Sebelum film Dealer / Healer, kisah hidup Peter Chan sudah pernah diadaptasi dalam film Those Were The Days ... (慈雲山十三太保; 1995) yang disutradarai oleh Billy Tang. Di film itu, aktor Eric Mo dipercayai untuk memerani sosok Peter Chan. Sedangkan aktor pendukung lain dalam film itu adalah Francis Ng, Kent Cheng, dan Joey Meng.

Kamis, 01 September 2016

Movie Recommended - HILLSONG : LET HOPE RISE (2016)


Judul Film    : Hillsong - Let Hope Rise
Sutradara      : Michael John Warren
Pendukung   : semua personil Hillsong Band, Hillsong UNITED Band dan Hillsong Church
Tanggal rilis : 16 September 2016

Di bulan September mendatang, Hillsong UNITED Band (atau dikenal dengan sebutan Hillsong UNITED atau UNITED) akan merilis film dokumenter berjudul Hillsong : Let Hope Rise. Film ini akan mengulas tentang sejarah pembentukan band rohani remaja tersebut, dan bagaimana pasang-surut aktivitas Hillsong UNITED selama 18 tahun terakhir ini.

Buat orang awam, mungkin mengira Hillsong UNITED sama dengan grup persembahan rohani Hillsong. Padahal keduanya berbeda.

Hillsong - atau Hillsong Church - adalah kelompok persembahan pimpinan Darle Zcshech (1996 - 2007) dan Pastor Reuben Morgan (2008 - sekarang). Mereka biasa membawakan puji-pujian untuk jemaat dewasa di Gereja Hillsong (berlokasi di Sydney, New South Wales, Australia).

Sedangkan UNITED Band sendiri adalah kelompok persembahan (juga) pimpinan Pastor Reuben Morgan yang beranggotakan para remaja dan berfokus pada jemaat usia muda.


UNITED Band dibentuk tahun 1998 oleh Persekutuan Remaja Gereja Hillsong yang disebut "Powerhouse Youth" pimpinan Pastor Muda Hillsong Phil dan Lucinda Dooley. Diawali dengan memainkan lagu-lagu tradisional gereja, para remaja itu kemudian mulai memainkan lagu-lagu baru dan mengaransir ulang lagu-lagu tradisional gereja menjadi lagu "berjiwa muda" yang cocok untuk remaja berusia 16 - 25 tahun. Dan sejak itu, mereka kerap membawakan lagu-lagu berirama energik khas remaja, sehingga sering diundang untuk menjadi band Komisi Remaja gereja-gereja lain. Mereka pun kerap diajak berkontribusi dalam kegiatan persekutuan interdenominasional. Salah satunya yang terbesar adalah Youth Alive Australia. 

Di akhir dekade 1990an, grup tersebut terbagi menjadi 2 kelompok berdasarkan usia : Wildlife (beranggotakan remaja 12 - 17 tahun) dan Powerhouse (18 - 25 tahun). Grup Wildlife dilatih oleh Pastor Musik Russell Fragar, sedangkan Powerhouse oleh Pastor Musik Reuben Morgan.

Tahun 1997 menjadi tahun puncak kejayaan Hillsong Band di mana grup ini berhasil menarik perhatian para remaja yang mengikuti acara Summer Camp. Usai acara tersebut, kelompok ini secara resmi menggunakan nama "UNITED Band", sehingga mereka resmi dikenal dengan sebutan Hillsong UNITED Band atau UNITED.

Pastor Pemimpin Hillsong Darlene Zschech menyarankan Pastor Reuben Morgan agar UNITED Band merilis album. Setelah mengumpulkan banyak materi lagu, maka pada tahun 1999, UNITED Band merilis singel pertama mereka berjudul "ONE", yang kemudian disusul dengan singel kedua berjudul "Everyday" yang dimasukkan ke dalam album tahunan "Hillsong Worship". Selanjutnya, UNITED Band terus-menerus berkontribusi di dalam album "Hillsong Worship", sampai kemudian tahun 2002, Pastor Reuben Morgan memutuskan UNITED Band harus bisa mandiri. 

Karena itu sejak tahun 2002, bersama Joel Houston (anak sulung dari Pastor Senior Hillsong Brian Houston), dan Marty Sampson, mereka bertiga memimpin UNITED Band dan sering tampil mandiri di berbagai persekutuan dan komunitas remaja Kristen. Meski demikian, dalam berbagai kesempatan pelayanan musik Gereja Hillsong, UNITED Band tetap terlibat bersama grup Hillsong.

Film dokumenter Hillsong : Let Hope Rise diharapkan dapat menumbuhkan semangat para remaja untuk memuliakan Allah Bapa lewat pujian dan persembahan. Film ini pun diharapkan dalam pula membangkitkan kerinduan para remaja untuk melakukan pelayanan dan perubahan para lingkungan sekitar mereka.

Sebenarnya film ini sudah selesai diproduksi tahun 2015. Awalnya Warner Bros setuju untuk mendistribusikan film ini. Namun terjadi perbedaan pendapat dan perubahan kesepatan yang dilakukan Warner Bros secara sepihak, sehingga film ini tidak jadi tayang di tahun 2015. Untungnya di bulan Maret 2015, distributor film Relativity Media bersedia merilis film ini dan rencanaya akan menayangkannya di bioskop paling telat 30 September 2015. Namun di bulan Juli, perusahaan itu bangkrut. Akhirnya PureFlix mengambil hak edar film ini dan telah mengatur perilisan film ini tanggal 16 September 2016.

Semoga saja film ini dapat beredar sesuai rencana dan menjadi berkat bagi siapapun yang menontonnya.


Jumat, 21 Agustus 2015

UNCOMMON (2015)

Judul Film : Uncommon
Sutradara : Bill Rahn
Pemeran  : Erik Estrada, Ben Davies, Irma P. Hall, Courtney Buck, Jason Crabb
Tanggal rilis : 1 September 2015
Durasi : 106 menit

Film ini terbilang unik dan berbeda dengan film Rohani pada umumnya karena mengambil pendekatan pada tari-tarian dan dunia teater. Berfokus pada kehidupan siswa di Rosewood High School, film ini mengisahkan tentang sekelompok siswa yang tergabung dalam Kelompok Seni Teater, Musik, dan Menari yang sedang mempersiapkan pentas seni. Di tengah persiapan itu, mereka dikejutkan dengan keputusan sekolah yang memotong dana pentas mereka.

Dengan dana yang sangat terbatas, dan nyaris tanpa dukungan sekolah, mereka terpaksa harus membuat konsep pentas yang akan mereka tampilkan. Muncullah ide yang "tidak umum" : Konsep pentas menggunakan sumber cerita dari Alkitab. Jelas ini kedengaran konyol. Bahkan banyak anggota kelompok yang mencibir ide itu. Namun secara unik dan misterius, satu-persatu dari mereka mengalami sentuhan Tuhan secara pribadi. Pada akhirnya, dengan mengikuti arahan Roh Kudus yang menggerakkan hati, para siswa itu pun berhasil menciptakan kreasi tarian dan lagu yang - dasyatnya - dapat saling bersinergi, menjadi sebuah cerita narasi yang indah serta berkesinambungan.

Usaha mereka bukan tanpa halangan. Ketika sekolah tahu rencana para siswa itu, beberapa guru dan anggota Yayasan Sekolah tidak setuju. Berbagai cara mereka lakukan untuk menghentikan kegiatan siswa itu. Mulai dari intimidasi, pembatasan gerak, hingga ancaman keluar dari sekolah. Namun dengan semangat untuk memuliakan Tuhan, para siswa itu terus berjuang untuk menyukseskan pentas seni tersebut. Mereka percaya, inilah cara Tuhan untuk menggerakkan hati semua orang agar kembali percaya dan beriman pada Tuhan.

Pesan dalam film ini sangat mendalam : Ada harga yang harus dibayar dalam setiap upaya kita untuk memuliakan Tuhan. Tapi di balik harga itu, ada nilai dan hasil yang berlimpah menanti. Semangat para remaja yang berjuang untuk memuliakan Tuhan lewat tari-tarian dan nyanyian mereka patut menjadi contoh buat kita semua.

Tonton film ini, dan Anda akan melihat bagaimana anak-anak muda memuji dan memuliakan nama Tuhan, dengan cara yang tidak umum : Cara mereka !!!


Kamis, 11 Juni 2015

A.D. : THE BIBLE CONTINUES (2015)

Judul : A.D. : The Bible Continues
Sutradara : Ciaran Donnelly, Tony Mitchell, Brian Kelly, Rob Evans, Paul Wilmshurts
Pemeran  : Juan Pablo Di Pace, Chipo Chung, Babou Ceesay, Will Thorp
Tanggal tayang : 15 April - 21 Juni 2015
Total episode : 10 (42 - 45 menit per episode)

Setelah serial televisi The Bible sukses tayang pada tahun 2013, maka tahun ini, serial televisi A.D. : The Bible Continues dirilis. Uniknya, meski merupakan "sekuel" dari The Bible, serial A.D. : The Bible Continues tidak ditayangkan di stasiun televisi History Channel, namun ditayangkan di jaringan NBC. Selain itu, semua pemeran di serial A.D. : The Bible Continues adalah orang baru semua. Satu-satunya "penghubung" antara seri The Bible dan sekuelnya adalah kreator serta penulis naskah cerita serial ini masih orang yang sama : Roma Downey dan Mark Burnett.

Berbeda dengan serial The Bible yang mengetengahkan cerita dari Perjanjian Lama (Kitab Kejadian) sampai Perjanjian Baru (Kitab Wahyu), maka di serial A.D. : The Bible Continues, keseluruhan ceritanya merupakan adaptasi dari Kitab Para Rasul saja.

Serial ini diawali dengan adegan proses penyidangan terhadap Yesus (Juan Pablo Di Pace) di hadapan Iman Besar Kayafas (Richard Coyle), yang kemudian berlanjut dengan Yesus dibawa ke Pontius Pilatus (Vincent Regan). Demi menjaga kedamaian dan memuaskan keinginan masyarakat, Pilatus memerintahkan untuk menyalibkan Yesus. Saat penyaliban Yesus, Kayafas meminta Pilatus memastikan kalau Yesus benar-benar mati di kayu salib.

Sementara itu, Yoseph Arimathea (Kevin Doyle) - yang juga seorang Imam seperti Kayafas - tidak setuju dengan sikap Kayafas terhadap Yesus. Maka saat penyaliban Yesus, dia meminta Pilatus untuk menyerahkan mayat Yesus padanya agar dimakamkan di tempat penguburannya. Tindakan Yoseph Arimathea justru mengundang amarah Kayafas karena Yoseph melakukan hal itu seolah-olah berusaha menggenapi apa yang tertulis di Kitab Yesaya. Tindakan itu dikuatirkan akan menimbulkan gelombang pemberontakan dari orang-orang yang pro-Yesus.

Di lain pihak, Petrus (Adam Levy) didekati Boaz (George Georgiou) - sahabat masa kecilnya - untuk diajak bergabung melawan Pasukan Romawi. Petrus menolak menggunakan Cara Pedang dalam menghadapi Pasukan Romawi, dan memilih menggunakan Cara Kasih seperti yang Kristus ajarkan padanya dan para murid yang lain.

Tiga hari kemudian, Yesus Kristus bangkit dari kubur dan menemui Maria (Greta Scacci) dan para murid-Nya. Kebangkitan-Nya itu kemudian merubah iman para murid dan membuat mereka semakin bersemangat untuk mengabarkan Injil. Namun perjuangan mereka tidaklah mudah, karena Kayafas berhasil mempengaruhi Gubernur Pilatus untuk menghabisi para pengikut Yesus. Lalu muncul Saulus dari Tarsus (Emmet J. Scanlan) yang tidak percaya pada Yesus dan bersumpah untuk menangkapi semua pengikut Yesus. Serial ini berakhir dengan bertobatnya Saulus dan mengubah namanya menjadi Paulus, kemudian bersama Petrus serta pengikut Yesus yang lain melakukan pengabaran Injil.

Dibandingkan serial The Bible, A.D. : The Bible Continues jauh lebih seru dan menegangkan. Alurnya sangat cepat. Intrik yang disajikan pun sangat menarik dan berlangsung sangat cepat. Harus diakui kalau banyak sekali adegan dalam serial ini berbeda dengan apa yang tertulis di Alkitab. Meski demikian, kalau diperhatikan secara keseluruhan, konteksnya tidak berbeda dengan yang tertulis di Alkitab.

Serial ini mendapatkan respon yang sangat positif dari para penonton. Episode pertama ditonton 9.68 juta penonton Amerika Serikat. Seri-seri berikutnya rata-rata ditonton sekitar 7-8 juta penonton. Hal ini membuktikan kalau serial televisi bertema agama seperti ini masih diminati oleh para penonton. Bahkan masih banyak orang yang haus akan kebenaran Firman Tuhan, sehingga butuh penyegaran melalui film-film seperti ini.


ABOUT "THE BIBLE"
Serial televisi The Bible adalah serial televisi yang tayang 3 - 31 Maret 2013 di Saluran Televisi History Channel. Dibuat dengan dana total US$ 22 juta, serial yang dikemas menjadi 10 episode ini mengetengahkan cerita mulai dari Kitab Kejadian (Perjanjian Lama) hingga Kitab Wahyu (Perjanjian Baru).

Ide pembuatan serial ini telah digelontorkan Roma Downey dan Mark Burnett sejak tahun 2010, karena mereka ingin mengingatkan kembali kepada Generasi Masa Kini tentang "Pengharapan Terbesar" yang ada di Alkitab. Mereka pun ingin Generasi Kini menyadari kalau Alkitab bukanlah kumpulan cerita yang berdiri sendiri, namun merupakan kesatuan yang tidak terputus yang menjadi pernyataan Cinta Terbesar Allah Tuhan kepada umat-Nya.

Episode pertama seri The Bible ditonton 13.1 juta penonton Amerika Serikat, dan menjadikannya sebagai serial televisi kabel dengan penonton terbanyak sepanjang tahun 2013. Seri-seri berikutnya ditonton rata-rata 8 - 10 juta penonton, dan membukukannya sebagai Serial Televisi dengan Rating Tertinggi dengan Penonton Lebih dari 100 juta orang di tahun 2013.

Salah satu bagian dari serial tersebut - tentang kehidupan Yesus Kristus - kemudian dikembangkan dan dirilis dalam bentuk layar lebar dengan judul Son Of God yang dirilis tahun 2014. Sedangkan untuk menanggapi respon penonton yang sedemikian positif, maka pada tahun ini, sekuel The Bible - berjudul A.D. : The Bible Continues - dirilis dan ditayangkan di stasiun televisi NBC.



DO YOU KNOW? 
Banyak stasiun televisi yang sangat tertarik dengan skenario The Bible buatan Downey dan Burnett. Masalahnya semua stasiun televisi tersebut meminta mereka untuk menghilangkan cerita tentang Yesus Kristus. Hanya History Channel saja yang setuju mendanai serial itu dibuat dengan utuh, lengkap dengan kisah kehidupan Yesus Kristus. Karena itulah serial itu kemudian diproduksi dan ditayangkan History Channel.


Untuk membuat skenario The Bible menjadi sebuah rangkaian cerita yang saling bersinergi dan berhubungan, Downey dan Burnett meminta nasihat dan masukan dari banyak pemuka agama Kristen, Katolik Roma, dan Yahudi terkemuka di dunia. Beberapa di antaranya yang terkenal adalah : Geoff Tunnicliffe (World Evangelical Alliance), Rick Warren (Pastor Gereja Saddleback), Erwin McManus (Pastor Gereja Mosaic), Bobby Gruenewald (Ketua YouVersion Bible), Leith Anderson (Presiden National Association of Evangelicals), Frank Wright (Presiden National Religious Broadcasters), George Wood (Ketua General Council of the Assemblies of God in the United States of America), Craig Groeschel (Life Church), dam Denny Rydberg (Young Life).

Beberapa hari sebelum seri perdana The Bible dirilis di televisi, Downey dan Burnett menulis sebuah artikel di The Wall Street Journal yang meminta kepada Departemen Pendidikan Amerika Serikat untuk dapat menjadikan Pendidikan Alkitab sebagai Pelajaran Wajib di sekolah umum Amerika Serikat. Menurut mereka, "Alkitab merupakan dasar utama dari pengetahuan dunia masa lalu yang menjelaskan apa yang terjadi di dunia masa kini."

Untuk mencegah perdebatan saat serial A.D. : The Bible Continues ditayangkan di televisi, Palam Fidelis Publishing merilis traktat yang berisi penjelasan tentang Kitab Para Rasul. Mereka pun membuka forum "Diskusi Keluarga" bagi siapapun yang ingin mendiskusikan isi setiap episode dari serial tersebut.






WHERE WAS GOD? STORY OF HOPE AFTER THE STORM (2015)


Judul Film : Where Was God? Story of Hope After The Storm
Sutradara : Travis Palmer
Tanggal Rilis : 2 Juni 2015
Durasi : 86 menit

"Di manakah Tuhan?"

Itu adalah pertanyaan yang biasa kita lontarkan kepada Tuhan, ketika masalah bertubi-tubi menghantam. Kita kemudian kecewa, putus asa, dan pada akhirnya meninggalkan Dia. Benarkah Tuhan tidak ada ketika masalah datang menghajar kita? Benarkah Tuhan telah meninggalkan kita? Apakah hidup memang sudah tidak ada harapan lagi?

Mungkin film ini akan bisa menjawab, kemanakah Tuhan saat masalah menghantam kita.

Film dokumenter ini mengetengahkan kejadian sebenarnya yang terjadi di Moore, Oklahoma, Amerika Serikat pada tanggal 20 Mei 2013. Kejadian yang dikenal dengan sebutan "2013 Moore Tornado" itu terjadi di siang hari di mana tornado berukuran EF5 (Enchanted Fujita-5 : level serangan Tornado tertinggi. Tornado level ini menerjang dengan kecepatan di atas 322 kilometer perjam, berkekuatan destruktif, mampu menghancurkan gedung, termasuk bangunan berkonstruksi baja, bahkan dapat menerbangkan mobil, truk, dan kereta api hingga jarak 1.6 kilometer).

Bencana alam ini menghancurkan 1,150 rumah, mencederai 377 orang, serta menewaskan 24 orang. Tornado ini juga menghancurkan Sekolah Dasar Briarwood dan Plaza Towers Elementary School. Tujuh siswa dari sekolah Plaza Towers tewas dan sebagian staf pengajar sekolah luka parah tertimpa bangunan sekolah yang rubuh.

Dokumenter ini memperlihatkan banyak adegan mengharukan pasca bencana tornado : Para guru yang berjuang menyelamatkan anak didiknya yang tertimpa gedung sekolah yang runtuh, seorang pria yang terluka parah namun masih berusaha menolong seorang anak yang terjepit di dalam gedung, orang tua yang menangis menyaksikan jasad anaknya yang sudah tidak bernyawa. Saya yakin, hati Anda terasa sangat pilu melihat kejadian tersebut.

Namun di sisi lain, Anda diperlihatkan pula begitu banyak orang yang tiba-tiba bertobat dan menjadi pahlawan dalam bencana itu : Sepasang suami-istri yang sudah lama berjuang dari pengaruh narkoba. Seorang polisi yang mendapatkan pencerahan setelah dirundung kesedihan akibat kematian anaknya yang menderita kanker. Serta bagaimana seorang pastor yang menemukan makna keselamatan setelah kehilangan istrinya yang sakit keras, namun berhasil menyelamatkan banyak orang dari bencana tersebut.

Di dalam kehilangan dan penderitaan, banyak orang menemukan pengharapan dari pertolongan orang-orang di sekitar. Mereka bahkan menjadi pengharapan dan berkat bagi orang lain yang jauh lebih menderita. Bencana yang datang, tidak lantas menghancurkan hidup orang-orang di Oklahoma, namun justru menyadarkan mereka akan kehadiran Tuhan, dan bagaimana Tuhan ingin memakai mereka menjadi orang-orang yang bisa menjadi berkat, garam, dan terang bagi orang lain. Film ini dipenuhi banyak adegan mengharukan, yang dipastikan dapat membuat Anda menangis (minimal meneteskan air mata).

Where Was God? mengajarkan kita untuk memiliki Iman yng lebih teguh kepada Tuhan. Kadang dalam masalah yang dihadapi, kita selalu berharap Tuhan datang dan menolong kita dengan cara supranatural-Nya. Padahal di dalam setiap masalah yang kita hadapi, Tuhan selalu ada untuk kita. Dia menolong dengan cara-Nya yang ajaib. Bahkan di dalam masalah kita tersebut, Dia ingin membentuk kita menjadi orang-orang yang bisa jadi berkat, garam, dan terang bagi orang lain, agar nama-Nya dipermuliakan.

Film ini adalah film dokumenter, di mana orang-orang yang terlibat dalam film ini adalah orang-orang yang benar-benar mengalami sendiri bencana Moore Tornado, dan membagikan pengalaman mereka kepada kita semua. 

10 ARTIS PEMERAN TOKOH ALKITAB TERBAIK

Film adaptasi cerita Kitab Suci Umat Kristiani hingga hari ini masih menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat dunia. Alur ceritanya yang menarik, disertai penggunaan teknologi sinematografi yang canggih, membuat banyak orang ingin tahu. Bahkan tidak sedikit orang non-Kristen yang menonton film itu, dan mendapatkan inspirasi serta pencerahan mengenai ajaran Kristen. Pada akhirnya, film adaptasi cerita Alkitab itu sukses, tidak saja secara komersil tapi juga sukses membawa pesan pengharapan bagi banyak orang yang menontonnya.

Kesuksesan film-film tersebut tidak terlepas dari peran para aktor dan aktris dalam film itu yang menjiwai peran tokoh Akitab yang mereka bawakan. Peran yang mereka bawakan itu sangat menyentuh, membuat para penonton tidak saja kagum, namun juga dapat tersentuh, yang pada akhirnya membuat para penonton itu bertobat dan iman mereka terbarukan lagi.

Berikut ini adalah 10 Aktor dan Aktris yang pernah memerankan tokoh Alkitab dengan sangat baik dan sempurna :

1. JIM CAVIEZEL - YESUS KRISTUS (THE PASSION OF THE CHRIST)
Meski film yang dirilis tahun 2010 ini mendapatkan protes keras dan kontroversi karena dipenuhi dengan adegan-adegan brutal dan mengerikan, serta ketidakakuratan dalam berbagai hal, tapi kita tidak bisa sangkal kalau Jim Caviezel - aktor pemeran Yesus Kristus - dalam film ini bermain sangat gemilang dan luar biasa.

Ya, Caviezel bermain dengan sangat baik di film tersebut. Bukan saja lewat aktingnya yang luar biasa dalam memerani Yesus yang mengalami penderitaan mental dan badani, tetapi juga penghayatannya pada peran tersebut lewat dialog bahasa Aramaic yang digunakannya sepanjang film. Jelas tidak mudah, karena bahasa itu bukan bahasa yang dipahaminya. Caviezel harus benar-benar mendalami kapan dia harus marah, sedih, keras, dan berbicara pelan.

Pemahamannya yang sedemikian hebat, membuat banyak orang takjub dan hormat pada peran yang dibawakannya. Jadi sangat wajar banyak orang yang kemudian bertobat, menangis terharu, bahkan pingsan saat menyaksikan adegan penderitaan dan pelepasan pengampunan Yesus Kristus yang dibawakan Jim Caviezel.



2. JEFFREY HUNTER - YESUS KRISTUS (KING OF KINGS)
Jauh sebelum film The Passion of the Christ meledak dan sukses, King of Kings (1961) sudah lebih dulu menjadi salah satu film adaptasi Alkitab yang paling populer di masanya. Dan Jeffrey Hunter diyakini banyak penonton sebagai aktor pemeran Yesus Kristus paling sempurna.

Peran Yesus Kristus yang dibawakan Hunter terbilang sangat sempurna. Mulai dari tatapan matanya yang teduh, cara bicaranya yang pelan namun tegas, bahkan dalam penderitaan saat Yesus disalibkan, semua adegan itu dibawakan Hunter dengan sangat baik, dan berhasil menyentuh hati banyak penonton. Karena pembawaannya yang begitu sempurna sebagai Yesus Kristus, banyak orang yang percaya kalau Jeffrey Hunter memiliki kesamaan wajah dengan Yesus Kristus, sehingga banyak pelukis yang kemudian mengunakan wajah Hunter sebagai inspirasi untuk melukis wajah Yesus Kristus.



3. CHARLTON HESTON - NABI MUSA / MOSES (THE TEN COMMANDMENTS)
Christian Bale boleh saja dipuji banyak orang berkat peran Nabi Musa yang dibawakannya lewat pendekatan yang berbeda dengan sangat brilian di film Exodus : Gods and Kings (2015). Tapi saya yakin tidak ada yang bisa menampik kalau sosok ikonik Nabi Musa paling sempurna dan sesuai dengan penggambaran Nabi Musa di Alkitab, adalah Nabi Musa yang dibawakan Charlton Heston di film The Ten Commandments yang dirilis tahun 1956.
Untuk menjiwai perannya sebagai Musa, Heston meluangkan waktunya mendalami semua literatur yang berhubungan dengan Mesir. Pemahamannya tentang kehidupan bangsa Mesir di masa lalu itulah yang kemudian membuatnya mampu menginteprestasikan sosok Musa dengan sempurna. Pada akhirnya, penonton menilai sosok yang diperani Heston inilah yang merupakan sosok dan penggambaran paling tepat dari Nabi Musa yang ditulis di Alkitab.


4. MAIA MORGENSTERN - MARIA IBU YESUS (THE PASSION OF THE CHRIST)
Hati ibu mana yang tidak tercabik-cabik melihat anaknya disiksa orang dan harus menderita bagi orang banyak? Inilah penggambaran paling realistis yang ditampilkan Maia Morgenstern saat memerani Maria, Ibu Yesus Kristus. Anda pasti ikut trenyuh saat melihat adegan tubuhnya terguncang hebat menahan amarah, sakit hati, sedih, perih, dan haru saat melihat anak kesayangannya disiksa sedemikian kejam oleh Bangsa Romawi.
Morgenstern benar-benar bisa menghayati perasaan seorang Ibu yang menyaksikan penderitaan anaknya tersebut. Begitu dasyatnya penghayatan peran Maria yang dia bawakan, hingga mampu membuat para penonton ikut merasakan kesedihan yang dirasakan Maria.

Dari sekian banyak pemeran wanita yang pernah memerani Maria Ibu Yesus, Maia Morgenstern-lah pemeran pertama yang mampu membuat penonton menangis terharu.



5. OSCAR ISAAC - YOSEPH AYAH YESUS (THE NATIVITY STORY)
Pria mana yang tidak sakit hati ketika tahu kekasihnya tiba-tiba hamil? Dan pria mana yang punya iman sedemikian besar pada Tuhan yang kemudian mendedikasikan hidupnya untuk menjaga dan merawat anak yang ada di kandungan kekasihnya sebagai Anak Allah? Oscar Isaac menampilkan aktingnya yang sangat gemilang sebagai Yoseph, ayah Yesus Kristus di film The Nativity Story (2006). Meski di awal film dia tampil sangat "biasa-biasa saja", tapi penghayatan perannya mulai terlihat di tengah-tengah film, ketika adegan saat Yoseph membawa Maria ke Betlehem.

Perjalanan sulit yang ditempuh Yoseph dan Maria itu ditampilkan dengan sangat dramatis dan memukau. Oscar Isaac bermain dengan sangat baik sebagai seorang suami yang sangat kuatir pada istrinya yang sudah hamil tua. Bahkan akting paling dramatisnya - dan menjadi adegan favorit saya - adalah saat istrinya sudah harus melahirkan, dan Yoseph menggedor-gedor pintu rumah orang meminta bantuan, kemudian dengan panik membopong istrinya menuju ke kandang hewan untuk melahirkan. Isaac menampilkan akting yang prima, sehingga mampu mengaduk-aduk emosi para penonton.



6. VICTOR MATURE - SAMSON (SAMSON & DELILAH)
Epik Samson dan Delilah sudah beberapa kali dibuat. Bahkan Indonesia pun pernah mengadaptasi kisah ini (dengan diperani Suzanna sebagai Delilah). Namun tampaknya semuanya tidak dapat menyaingi kesuksesan film Samson & Delilah versi Cecil B. Mille yang dirilis tahun 1949.

Film ini merupakan film adaptasi terbaik kisah Samson dan Delilah yang legendaris tersebut. Alurnya sangat indah, ceritanya pun mengalir sangat dramatis. Bahkan saat Samson merubuhkan pilar biara yang mengubur dirinya, Delilah dan orang-orang Filistin menjadi adegan ikonik yang paling dramatis hingga saat ini. Selain filmnya, akting Viktor Mature sebagai Samson juga patut diacungi jempol. Meski pada awal perilisan film, aktingnya banyak dikritik karena dianggap terlalu kaku, namun justru kemudian dipuji karena dinilai sebagai penggambaran paling pas dari Samson yang ada di Alkitab.



7. HEDY LAMARR - DELILAH (SAMSON & DELILAH) 
Sama halnya dengan Victor Mature, Hedy Lamarr yang memerani Delilah dalam film Samson & Delilah (1949) juga mendapatkan apresiasi yang sangat baik dari para kritikus.

Lamarr memerani Delilah yang menggoda dirasa sangat pas dan sempurna sekali. Mimik wajahnya yang menampakkan sosok wanita cantik yang menggoda dan licik, namun kemudian dapat berubah drastis menjadi wanita penuh penyesalan. Akting yang sedemikian kontras itu dibawakan Lamarr dengan sempurna, membuatnya memenangi penghargaan Best Screen Performance By An Actress yang diselenggarakan British Picturegoer Awards tahun 1951.



8. ANTHONY QUINN - BARABBAS (BARABBAS)
Meski karakter ini tidak banyak disebut dalam Alkitab, namun keberadaannya menjadi bagian dari rencana Tuhan untuk penyelamatan umat manusia. Karena itulah,meski Alkitab tidak menceritakan dengan detil latar belakangnya, banyak produser yang tertarik dengan peran Barabbas, sehingga membuat latar belakang fiksi karakter ini yang dihubungkan dengan kejadian di Alkitab.

Salah satu pendekatan karakter Barabbas yang dinilai paling pas dan sempurna adalah karakter yang diperani Anthony Quinn di film Barabbas (1961) yang disutradarai Richard Fleischer. Film yang diadaptasi dari novel berjudul sama karya Par Lagerkvist ini mengisahkan tentang kejadina yang dialami Barabbas pasca dipilih untuk dibebaskan dan Yesus Kristus disalibkan. Penyaliban Tuhan Yesus dan kebangkitan-Nya, ternyata merubah Barabbas - yang kala itu seorang penjahat - menjadi seorang pengikut Kristus sejati. Pertobatan ini membawanya  hukuman mati di mana pada akhir cerita dia disalib bersama Petrus dan beberapa orang pengikut Yesus.

Meski cerita Barabbas ini murni fiksi belaka, namun banyak orang percaya kalau Barabbas benar-benar bertobat dan menjadi salah satu murid Yesus paling loyal pasca kenaikan Yesus ke Surga. Hal ini tidak lepas dari akting Quinn yang sangat totalitas, sehingga mampu meyakinkan para penonton tentang sosok Barabbas ini.

TRIVIA : Pengambilan gambar adegan Yesus disalibkan dilakukan pada tanggal 15 Februari 1961, dan secara tidak sengaja bertepatan dengan terjadinya gerhana matahari total di lokasi shooting. Kejadian ini memunculkan banyak spekulasi dan perdebatan. Ada yang menyebutkan waktu gerhana matahari total itu diketahui Sutradara Richard Fleischer dan sengaja melakukan adegan penyaliban tepat pada saat gerhana matahari total untuk menimbulkan efek supranatural. Namun banyak yang percaya kalau Fleischer memang tidak tahu akan ada gerhana matahari, dan pengambilan gambar dalam kondisi gerhana matahari total adalah murni "campur tangan Tuhan".



9.  ANTHONY HOPKINS - SAULUS / PAULUS (PETER AND PAUL)
Saulus / Paulus adalah salah satu karakter yang cukup berpengaruh di Kitab Perjanjian Baru. Perubahan imannya dari pembenci pengikut Kristus menjadi pengikut setia Yesus merupakan kisah transformasi hidup yang sangat dasyat dan mempengaruhi banyak orang.

Bisa dikatakan pemilihan Anthony Hopkins sebagai Saulus / Paulus dalam film Peter And Paul (1981) ini adalah sangat tepat. Hopkins adalah aktor serba bisa yang mampu memerani karakter baik dan buruk sekaligus dengan sangat sempurna. Jadi terasa sekali kemampuan akting luar biasa Hopkins di film ini saat dia bertransformasi dari Saulus yang kejam,menjadi Paulus yang lemah lembut dan penuh kasih. Film arahan sutradara Robert Day ini mengisahkan tentang kehidupan Saulus di awal, saat berjumpa dengan Kristus di Damascus, perkenalannya dengan Petrus, hingga pada saat dia dipenjara dan dieksekusi oleh Nero.



10. DIOGO MORGADO - YESUS KRISTUS (SON OF GOD)
Diogo Morgado merupakan aktor yang diyakini sebagai pemeran Yesus Kristus terbaik di era tahun 2000-an. Dia membawakan perannya di film Son of God yang dirilis tahun 2014 silam.

Di film tersebut, Morgado memerani Yesus Kristus sejak Yesus dibabtis Yohanes Pembabtis, hingga Dia disalibkan. Mimik wajahnya yang sangat teduh serta suaranya yang tegas namun lembut, membuat banyak orang terkesima dan takjub pada Morgado. Meski filmnya sendiri kurang mendapatkan respon yang baik dari para kritikus - mengingat cerita yang dibawakan terlalu "datar" - namun para penonton tidak akan melupakan wajah dan suara Morgado yang begitu berwibawa dan menggetarkan hati.


Minggu, 22 Februari 2015

TV Series Recommendation - THE LEFTOVERS (2014 - onward)

Judul Serial TV     : THE LEFTOVERS
Pemeran                :  Justin Thereoux, Amy Brenneman, Christopher Eccleston, Liv Tyler, Chris Zylka
Tanggal tayang      : 29 Juni 2014 - onward
Ditayangkan          : HBO
Total episode         : 10 (Season 1)

Novel fenomenal Left Behind karya Tim LaHaye dan Jerry B. Jenkins yang dirilis tahun 1995 bisa dikatakan pionir dan  tonggak awal dari dimulainya rentetan penerbitan novel-novel bertemakan akhir jaman. Selain novel, film-film bertemakan akhir jaman yang dihubungkan dengan apa yang dinubuatkan dalam Alkitab banyak bermunculan. Film yang bertemakan hal ini pun tidak saja film layar lebar, tetapi juga serial televisi.

Salah satu serial televisi yang menurut saya cukup menarik adalah The Leftovers yang Season Pertamanya tayang 29 Juli - 7 September 2014. Berbeda dengan film-film bertema akhir jaman yang banyak menampilkan prediksi-prediksi yang mengerikan (tentang Tujuh Sangkakala, Tujuh Meterai, dan Tujuh Penunggang Kuda), serial ini justru menampilkan cerita yang jauh lebih alami dan humanis.

Dengan mengambil setting di sebuah kota bernama Mapleton, New York, serial ini diawali dengan menghilangnya sebagian penduduk bumi secara tiba-tiba. Hal ini menyebabkan banyak orang yang trauma dan shock dengan menghilangnya keluarga mereka secara tiba-tiba tersebut. Hilangnya manusia di bumi itu kemudian dikenal dengan sebutan "Sudden Departure" (Kepergian yang Mendadak), membuat banyak orang yang tidak bisa terima.

Tiga tahun pasca kejadian itu, manusia di bumi mengalami perubahan kehidupan yang dramatis. Kevin Garvey (diperani Justin Thereoux) adalah seorang Kepala Polisi Mapleton, New York, yang keluarganya hancur pasca kejadian tersebut. Anak ketiganya yang dikandung oleh istrinya Laurie Garvey (Amy Brenneman) tiba-tiba menghilang begitu saja dari dalam rahim, membuat Laurie shock dan tidak bisa menerima. Karena itu, dia meninggalkan keluarganya dan bergabung dengan kelompok bernama Guilty Remnant. Kelompok tersebut merupakan kelompok misterius yang mana para anggotanya sama sekali tidak berbicara dan seharian menghabiskan waktu dengan merokok.

Dalam acara peringatan 3 tahun menghilangnya anggota keluarga para penduduk Mapleton, terjadi insiden antara penduduk dengan anggota Guilty Remnant, di mana anggota kelompok itu hadir dan meminta para penduduk melupakan keluarganya yang menghilang itu. Tentu saja hal ini menyulutkan amarah para penduduk yang berduka, sehingga melampiaskan kemarahan pada kelompok itu. Insiden ini justru membuat Kelompok Guilty Remnant dijauhi dan dimusuhi.

Sementara itu, muncul seorang "nabi" bernama Holy Wayne (Paterson Joseph) yang punya talenta penyembuhan dan datang sebagai penyelamat yang bisa mengangkat kepahitan dalam hidup manusia.  Diam-diam di balik kharisma dan kemampuan penyembuhannya itu, Wayne punya rencana tersembunyi karena dia mempersiapkan pasukan bersenjata lengkap. Kepolisian The Bureau of ATFEC (Alcohol, Tobacco, Fireamrs, Explosives, and Cults) mencium rencana busuk Wayne, sehingga memutuskan untuk bertindak duluan dengan menyerbu markas rahasia Wayne. Tapi dia berhasil lolos. Di tempat persembunyiannya, Wayne kemudian mempersiapkan pasukannya kembali untuk melancarkan penyerangan yang sebenarnya kepada Pemerintah Amerika Serikat.

Di lain pihak, ternyata diam-diam Guilty Remnant pun punya rencana untuk mengacaukan kota Mapleton, dengan berupaya membuat para penduduk melupakan sanak-saudaranya yang hilang dalam kejadian "pengangkatan" tiga tahun silam. Aksi mereka yang semula tanpa kekerasan, sedikit-demi sedikit mulai berubah, dan ini menyulitkan para polisi untuk menghentikan aksi anarkis mereka tersebut.

Mengapa pengangkatan itu terjadi? Akankah dunia akan dikuasai oleh para Nabi Palsu? Siapa sebenarnya Wayne dan Guilty Remnant?

Serial ini mendapatkan respon yang sangat positif dari para penonton Amerika Serikat. Meski serial ini kental dengan ajaran Kristen, namun ajaran tersebut tidak terlalu mencolok ditampilkan (misalnya tidak ada penekanan-penekanan ayat tertentu atau pun doktrinasi Akhir Jaman), sehingga masih bisa ditonton layaknya serial televisi sekuler pada umumnya.

Secara umum, para kritikus film memberikan apresiasi yang baik untuk serial ini, di mana rata-rata mereka memberikan nilai 9 - 9.5 dari total 10 untuk setiap episodenya, yang menjadi bukti betapa serial ini mendapatkan perhatian yang cukup baik dari mereka.

Kesuksesan serial ini berdampak sangat baik, di mana serial ini diperpanjang, dengan diproduksinya Season Kedua The Leftovers sejak Agustus 2014 silam. Season Kedua serial ini rencananya akan mulai tayang bulan Mei 2015 mendatang dengan total 10 episode.



DO YOU KNOW? 
Serial televisi The Leftovers merupakan 1 dari 7 serial yang dipilih Critic's Choice Television Award untuk kategori Most Exciting New Series of the Year. Adapun 6 seri lain yang juga mendapatkan penghargaan yang sama adalah Extant, Gotham, Halth and Catch Fire, Outlander, Penny Dreadful, dan The Strain.

Serial ini mendapatkan cukup banyak apresiasi dan nominasi penghargaan dari berbagai acara bergengsi. Beberapa diantaranya adalah nominasi Best Long Form Adapted for Pilot Episode di Ajang 67th Writers Guild of America Awards, dan tiga nominasi (Best Genre Show, Best Supportin Actress in Mini Series or TV Film, dan Best Supporting Actor for Mini Series or TV Film) di Ajang 19th Satellite Awards.
















Selasa, 07 Oktober 2014

CHRISTIAN MINGLE

Judul Film    : Christian Mingle
Sutradara      : Corbin Bernsen
Pemain          : Lacey Chabert, Jonathan Patrick Moore, Saidah Erikka Ekulona
Durasi           : 100 menit
Tanggar edar : 10 Oktober 2014

Gaya hidup masyarakat perkotaan belakangan ini membuat banyak orang yang larut dalam dunia pekerjaannya, dan lupa dengan kehidupan pribadinya. Hal ini juga dialami Gwyneth Hayden (Lacey Chabert), wanita karir 30 tahun yang masih single. Saat ini dia sedang berada di puncak kesuksesan karirnya. Cantik. Energik. Kaya. Punya apartemen mewah. Dan banyak sahabat yang asik. Hanya satu yang kurang : Kekasih.

Saat menyadari kebutuhannya akan pria yang bisa jadi kekasihnya, Gwyneth kemudian mendaftarkan profil-nya ke situs kencan ChristianMingle.com dan berharap bertemu pria yang cocok. Ada pria yang cocok dengannya. Namun kepribadian Gwyneth jadi masalah, karena pria itu menginginkan wanita yang taat beragama dan paham hal-hal tentang iman. Tentu hal ini sangat bertolak belakang dari kepribadian Gwyneth sehari-hari.

Agar bisa mendapatkan pria dambaan hatinya, Gwyneth berpura-pura menjadi wanita yang memahami hal-hal yang berhubungan dengan agama dan iman, meski hubungannya dengan Tuhan kurang baik. Dari kepura-puraan, kehidupan Gwyneth perlahan berubah, dan akhirnya dia menemukan jalannya untuk bisa menjadi orang yang benar-benar beriman dan percaya dengan Kuasa Tuhan.

Film komedi romantis ini sangat ringan dan tidak terkesan mendoktrinasi ajaran agama tertentu. Film ini menyorot sikap munafik dan kepura-puraan yang banyak beredar dalam masyarakat belakangan ini. Sehingga, usai menonton film ini, kita disadarkan bahwa hidup dengan iman yang benar jauh lebih penting daripada hidup di dalam kebohongan.


DO YOU KNOW? 
Aslinya, ChristianMingle.com adalah situs yang benar-benar ada dan merupakan situs kencan yang dikhususkan untuk orang-orang Kristen. Situs tersebut merupakan salah satu situs yang dimiliki Spark Networks, Inc (berdiri sejak tahun 1997) yang berlokasi di Los Angeles, California, dan memiliki cabang di Lehi, Utah.


Jumat, 26 September 2014

Classic Recommendation - Hell & Mr Fudge (2012)

Film ini telah meraih berbagai penghargaan dan mendapatkan respon yang positif dari para kritikus film. Selain karena tema yang diangkat film ini, juga berbagai hal dalam film ini yang membuatnya meraup pujian dari berbagai pihak, mulai dari alur cerita, akting, sinematografi, musik latar, dan lain-lain.

Diangkat dari kisah nyata, film ini mengetengahkan tentang kehidupan Edward Fudge (diperankan dengan sangat mengesankan oleh Mackenzie Astin), yang menjadi legenda dan tokoh yang dihormati di kalangan teolog dunia. Film ini diawali dengan masa kecil Edward, yang mana pada masa itu dia kehilangan seorang teman pembangkang akibat kecelakaan lalu lintas.

Sejak kematian temannya, itu, Fudge terus-menerus mempertanyakan : Bagaimana nasib temannya itu setelah mati? Apakah dia masuk ke neraka, karena kehidupannya yang kurang baik? Benarkah Neraka itu ada?

Pada tahun 1970, Fudge menjadi teolog yang berkotbah di sebuah gereja di Alabama. Sebagai pengkotbah, Fudge mengalami masa-masa berat saat dia mengutarakan pandangannya tentang Neraka yang diyakininya tidak ada. Semuanya didasarinya dari apa yang tertulis di Alkitab. Sontak pernyataannya itu menimbulkan kontroversi karena bertentangan dengan apa yang diyakini oleh teolog Kristen pada masa itu. Fudge tidak saja mengalami penolakan atas pemikirannya, tapi dia juga disisihkan dari lingkungan teolog dan Pembicara di Gereja.

Kondisi ini menghangat di akhir era 1970an, ketika Fudge diminta untuk melakukan riset tentang Neraka. Dan riset yang dilakukannya mengarah pada fakta yang semakin menguatkan pernyataannya bahwa Neraka itu tidak ada. Fakta ini menyulut perdebatan hebat antar teolog yang melegenda hingga hari ini.

Secara umum, Hell & Mr Fudge mengajarkan sebuah moral cerita tentang bagaimana cara pikir orang mempengaruhi tindakannya. Sutradara Jeff Wood dengan cerdas menampilkan sosok Edward Fudge yang pembawaannya santai namun tajam dalam berpikir dan berucap. Akting Mackenzie Astin pun sangat baik sehingga mampu membawa film yang "berat" ini menjadi cukup santai dan humoris.

Selain Mackenzie, film ini didukung pula oleh Keri Lynn Pratt, John Wesley Shipp, Eileen Davidson, Helen Ingebritsen, Christian Forutne, dan Sean McGowan. Film berdurasi 96 menit ini pertama kali ditayangkan di Amerika Serikat pada tanggal 7 Juli 2012.


ABOUT EDWARD FUDGE
Bernama lengkap Edward William Fudge, terlahir di Alabama pada tangal 13 Juli 1944. Dia dikenal masyarakat Amerika sebagai salah seorang Teolog Kristen dan juga Pengacara. Ayahnya adalah seorang penerbit buku Kristen dan Gembala Sidang Churches of Christ Alabama. Ibunya adalah anak dari misionaris di Afrika Selatan.

Edward adalah lulusan University of Houston College of Law di bidang Hukum. Selain itu, dia pun meraih gelar Master bidang Bahasa Alkitab di Abilene Christian University.

Selain bekerja sebagai Pembicara dan Pengacara, Fudge juga terkenal karena buku karyanya yang berjudul The Fire That Consumes (1982). Buku yang telah dicetak ulang berkali-kali ini berisi analisa tentang doktrin penghakiman akhir zaman dan pengampunan yang termuat di Alkitab. Dalam buku itu juga, Fudge membuat perbandingan dengan memaparkan literatur non-bibel dari buku Second Temple Judaism (Apocrypha, Pseudepgrapha, dan Catatan Laut Mati) yang menjelaskan tentang penghakiman dari Bapa Apostolik, Bapa Ante-Nicene, Bapa Nicene, dan Bapa Post Nicene. Melalui bukunya itu, Fudge menyimpulkan bahwa tidak ada doktrin yang menjelaskan dengan konkret tentang adanya Neraka setelah kematian, sehingga dia meyakini kalau Neraka itu tidak ada.

Buku ini sangat kontroversi dan menjadi perdebatan dari para teolog hingga hari ini.


DO YOU KNOW? 
Shooting film ini sepenuhnya dilakukan di kota Athens, Alabama, antara bulan Juni - Juli 2011.

Edward Fudge diajak untuk mengikuti seluruh proses shooting berlangsung untuk memberi masukan kepada para kru dan sutradara.

Pada bulan April 2012, film ini meraih Platinum Award untuk kategori Christian Theatrical Feature Film di ajang Worldfest-Houston International Film Festival. Usai meraih penghargaan, Jeff Wood - Sutradara dan sekaligus produser film ini - merilis Hell & Mr Fudge secara internasional.

The Song (2014)

Film drama romantis ini mengisahkan tentang penulis lagu dan penyanyi Jed King yang tinggal di sebuah desa dan bercita-cita untuk menjadi penyanyi terkenal. Namun tidak mudah untuk mewujudkan cita-cita tersebut karena dia selalu berada di bawah bayang-bayang ayahnya, David King (Aaron Benward), yan menghendaki anaknya tetap tinggal di desa mengurusi perkebunan milik keluarga.

Satu ketika dalam pesta panen raya, Jed bertemu dengan anak seorang pemilik perkebunan bernama Rose (Ali Faulkner). Pertemuan ini langsung memunculkan benih-benih cinta yang dengan cepat tumbuh dan bersemi. Tidak lama setelah itu, mereka memutuskan untuk menikah. Pasca menikah, Jed menuliskan lagu berjudul "The Song" yang diperuntukkannya untuk Rose. Tidak disangka, lagu yang dibuat Jed tiba-tiba tersohor dan disukai banyak orang.

Sejak saat itu, Jed langsung menjadi artis papan atas yang disukai banyak orang. Tawaran manggung dan rekaman banyak diterimanya. Jed yang tadinya sudah memendam harapan untuk menjadi penyanyi, kini seperti mendapatkan bintang jatuh. Jalan menuju kesuksesan tiba-tiba terbuka lebar dan mudah baginya. Dan tanpa disadarinya, hidup Jed yang semula damai, berubah menjadi hidup yang penuh hura-hura dan pesta pora, menempatkan kehidupan pribadi dan pernikahannya berada di ambang kehancuran.

Film berdurasi 112 menit yang disutradarai Richard Ramsey ini akan tayang di Amerika Serikat tanggal 26 September 2014.


DO YOU KNOW?
Di dunia nyata, Alan Powell aslinya adalah penyanyi yang juga salah seorang pendiri Anthem Lights, grup musik Kristen dari Nashville, Tennesee. Grup tersebut berdiri pada tanggal 2011 dan telah merilis 2 album.

Sementara dalam dunia nyata pula, Aaron Benwad (pemeran David King) dan Kendra Benward (pemeran Bethany King, istri dari David King) adalah pasangan suami-istri. Keduanya adalah anak dari aktor remaja Luke Benward yang terkenal lewat film How To Eat Fried Worms (2006) dan Cloud 9 (2014).

Film ini sepenuhnya terinspirasi dari Kitab Kidung Agung (The Song Of Solomon).