Tampilkan postingan dengan label agama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label agama. Tampilkan semua postingan
Jumat, 31 Agustus 2018
The Apparation (2018)
Sudah cukup lama tidak ada film bertema Kristiani berkualitas yang beredar di pasaran. Jadi cukup wajar jika saya sudah lama tidak memberikan rekomendasi film rohani apapun di blog ini. Tapi baru-baru ini saya menemukan film thriller-misteri bertema Ajaran Kristiani yang sangat menarik. Judulnya The Apparition (judul Perancis : L'Apparation).
Film ini merupakan film produksi Perancis yang sudah ditayangkan tanggal 3 Agustus 2018 silam. Disutradarai Xavier Gianolli, dengan diperani Vincent Lindon, Galatea Bellugi, dan Patrick d'Assumcao, film ini mengadaptasi sebuah kejadian fenomenal yang pernah terjadi beberapa waktu lalu.
Jacques (Lindon), seorang jurnalis terkemuka Perancis sekaligus investigator mendapat permintaan dari Uskup Vatikan untuk menyidiki seorang gadis remaja bernama Anna (Galatea Bellugi), yang mengaku melihat penampakan Bunda Maria. Dengan sangat gamblang, Anna mampu menggambarkan bagaimana perjumpaan spiritualnya dengan sosok Bunda Maria.
Pasca perjumpaannya dengan Bunda Maria, hidup Anna berubah. Banyak orang yang percaya, jika mereka bisa dekat dengan Anna, maka hidup mereka akan terberkati dan mendapatkan banyak mujizat, termasuk kesembuhan penyakit, perubahan nasib, dan lain-lain. Dalam waktu singkat, kabar tentang "mujizat" yang dibuat Anna menyebar ke seluruh dunia, dan banyak orang menjadi pengikut fanatiknya.
Gereja Vatikan kuatir kalau Anna melakukan penipuan demi mendapatkan keuntungan pribadi. Karena itulah, mereka meminta Jacques untuk menyidiki latar-belakang Anna. Jacques menemukan kalau Anna adalah anak yatim piatu yang pernah mengalami kejadian traumatik di masa kecil. Penemuan itu menimbulkan keraguan pada Jacques tentang kebenaran perjumpaan Anna dengan Bunda Maria. Dia pun semakin dalam menyidiki siapa Anna sebenarnya.
Namun semakin dalam mencari kebenaran, Jacques menemukan semakin banyak fakta mencengangkan tentang diri Anna. Jacques yang awalnya seorang skeptis, mulai goyah dan mengakui kalau ada sesuatu yang "berbeda" dalam diri Anna. Tetapi ketika imannya telah terbentuk, Jacques dibenturkan pada fakta kalau Vatikan tidak mengakui mujizat dan tidak percaya dengan fenomena penampakan Bunda Maria tersebut.
Benarkah Bunda Maria hadir di hadapan Anna? Apa pesan yang ingin disampaikan-Nya pada manusia? Mampukah Anna menuntaskan misi yang diberikan Bunda Maria padanya, dan apakah Jacques mampu menjadi pelindung Anna sekaligus membantunya menuntaskan misi tersebut?
Secara umum, film ini sebenarnya lebih menampilkan perjalanan iman sosok Jacques, yang berawal sebagai orang yang tidak percaya dengan mujizat Tuhan, lalu perlahan mempercayainya setelah mengalami serangkaian mujizat yang tidak dapat dijelaskan secara ilmiah. Apa yang dialami Jacques justru berbanding terbalik dengan orang-orang yang mengaku percaya dengan Kristus dan mujizat-Nya, namun tidak bisa menerima saat dihadapkan pada mujizat itu sendiri.
Film ini sedikit-banyak memberikan gambaran tentang betapa rapuhnya iman manusia sebenarnya. Di satu sisi mereka meyakini Kristus, tetapi di sisi lain mereka tidak percaya dengan mujizat yang dibuat-Nya. Sebuah hal yang kontras, yang kadang membuat kita sering mempertanyakan, seberapa dekatkah kita dengan Allah sebenarnya?
DO YOU KNOW?
Film ini terinspirasi kisah Santa Bernadette dari Lourdes yang hidup di tahun 1850an. Di masa itu, seorang gadis muda 14 tahun bernama Bernadette mengaku berjumpa Bunda Maria sebanyak 18 kali. Perjumpaan gadis kelahiran kota Lourder, Perancis tersebut membuat banyak penasaran dan mengunjungi kota kecil tersebut. Berdasarkan cerita dari mulut ke mulut, banyak orang percaya kalau Bernadette dapat membuat banyak mujizat. Berkat kabar itu, Lourdes menjadi sangat terkenal dan menjadi objek perjalanan ibadah suci pengikut Agama Katolik.
Hingga hari ini, setelah berabad-abad meninggalnya Bernadette - yang kini diangkat menjadi Orang Suci dengan Gelar Santa Bernadette dari Lourdes - banyak orang yang percaya kalau Santa Bernadette masih tetap memberkati Kota Lourdes sebagai Kota Suci yang dapat mengabulkan doa banyak orang.
Kamis, 01 September 2016
Movie Recommended - HILLSONG : LET HOPE RISE (2016)
Judul Film : Hillsong - Let Hope Rise
Sutradara : Michael John Warren
Pendukung : semua personil Hillsong Band, Hillsong UNITED Band dan Hillsong Church
Tanggal rilis : 16 September 2016
Di bulan September mendatang, Hillsong UNITED Band (atau dikenal dengan sebutan Hillsong UNITED atau UNITED) akan merilis film dokumenter berjudul Hillsong : Let Hope Rise. Film ini akan mengulas tentang sejarah pembentukan band rohani remaja tersebut, dan bagaimana pasang-surut aktivitas Hillsong UNITED selama 18 tahun terakhir ini.
Buat orang awam, mungkin mengira Hillsong UNITED sama dengan grup persembahan rohani Hillsong. Padahal keduanya berbeda.
Hillsong - atau Hillsong Church - adalah kelompok persembahan pimpinan Darle Zcshech (1996 - 2007) dan Pastor Reuben Morgan (2008 - sekarang). Mereka biasa membawakan puji-pujian untuk jemaat dewasa di Gereja Hillsong (berlokasi di Sydney, New South Wales, Australia).
Sedangkan UNITED Band sendiri adalah kelompok persembahan (juga) pimpinan Pastor Reuben Morgan yang beranggotakan para remaja dan berfokus pada jemaat usia muda.
UNITED Band dibentuk tahun 1998 oleh Persekutuan Remaja Gereja Hillsong yang disebut "Powerhouse Youth" pimpinan Pastor Muda Hillsong Phil dan Lucinda Dooley. Diawali dengan memainkan lagu-lagu tradisional gereja, para remaja itu kemudian mulai memainkan lagu-lagu baru dan mengaransir ulang lagu-lagu tradisional gereja menjadi lagu "berjiwa muda" yang cocok untuk remaja berusia 16 - 25 tahun. Dan sejak itu, mereka kerap membawakan lagu-lagu berirama energik khas remaja, sehingga sering diundang untuk menjadi band Komisi Remaja gereja-gereja lain. Mereka pun kerap diajak berkontribusi dalam kegiatan persekutuan interdenominasional. Salah satunya yang terbesar adalah Youth Alive Australia.
Di akhir dekade 1990an, grup tersebut terbagi menjadi 2 kelompok berdasarkan usia : Wildlife (beranggotakan remaja 12 - 17 tahun) dan Powerhouse (18 - 25 tahun). Grup Wildlife dilatih oleh Pastor Musik Russell Fragar, sedangkan Powerhouse oleh Pastor Musik Reuben Morgan.
Tahun 1997 menjadi tahun puncak kejayaan Hillsong Band di mana grup ini berhasil menarik perhatian para remaja yang mengikuti acara Summer Camp. Usai acara tersebut, kelompok ini secara resmi menggunakan nama "UNITED Band", sehingga mereka resmi dikenal dengan sebutan Hillsong UNITED Band atau UNITED.
Pastor Pemimpin Hillsong Darlene Zschech menyarankan Pastor Reuben Morgan agar UNITED Band merilis album. Setelah mengumpulkan banyak materi lagu, maka pada tahun 1999, UNITED Band merilis singel pertama mereka berjudul "ONE", yang kemudian disusul dengan singel kedua berjudul "Everyday" yang dimasukkan ke dalam album tahunan "Hillsong Worship". Selanjutnya, UNITED Band terus-menerus berkontribusi di dalam album "Hillsong Worship", sampai kemudian tahun 2002, Pastor Reuben Morgan memutuskan UNITED Band harus bisa mandiri.
Karena itu sejak tahun 2002, bersama Joel Houston (anak sulung dari Pastor Senior Hillsong Brian Houston), dan Marty Sampson, mereka bertiga memimpin UNITED Band dan sering tampil mandiri di berbagai persekutuan dan komunitas remaja Kristen. Meski demikian, dalam berbagai kesempatan pelayanan musik Gereja Hillsong, UNITED Band tetap terlibat bersama grup Hillsong.
Film dokumenter Hillsong : Let Hope Rise diharapkan dapat menumbuhkan semangat para remaja untuk memuliakan Allah Bapa lewat pujian dan persembahan. Film ini pun diharapkan dalam pula membangkitkan kerinduan para remaja untuk melakukan pelayanan dan perubahan para lingkungan sekitar mereka.
Sebenarnya film ini sudah selesai diproduksi tahun 2015. Awalnya Warner Bros setuju untuk mendistribusikan film ini. Namun terjadi perbedaan pendapat dan perubahan kesepatan yang dilakukan Warner Bros secara sepihak, sehingga film ini tidak jadi tayang di tahun 2015. Untungnya di bulan Maret 2015, distributor film Relativity Media bersedia merilis film ini dan rencanaya akan menayangkannya di bioskop paling telat 30 September 2015. Namun di bulan Juli, perusahaan itu bangkrut. Akhirnya PureFlix mengambil hak edar film ini dan telah mengatur perilisan film ini tanggal 16 September 2016.
Semoga saja film ini dapat beredar sesuai rencana dan menjadi berkat bagi siapapun yang menontonnya.
Kamis, 11 Juni 2015
A.D. : THE BIBLE CONTINUES (2015)
Judul : A.D. : The Bible Continues
Sutradara : Ciaran Donnelly, Tony Mitchell, Brian Kelly, Rob Evans, Paul Wilmshurts
Pemeran : Juan Pablo Di Pace, Chipo Chung, Babou Ceesay, Will Thorp
Tanggal tayang : 15 April - 21 Juni 2015
Total episode : 10 (42 - 45 menit per episode)
Setelah serial televisi The Bible sukses tayang pada tahun 2013, maka tahun ini, serial televisi A.D. : The Bible Continues dirilis. Uniknya, meski merupakan "sekuel" dari The Bible, serial A.D. : The Bible Continues tidak ditayangkan di stasiun televisi History Channel, namun ditayangkan di jaringan NBC. Selain itu, semua pemeran di serial A.D. : The Bible Continues adalah orang baru semua. Satu-satunya "penghubung" antara seri The Bible dan sekuelnya adalah kreator serta penulis naskah cerita serial ini masih orang yang sama : Roma Downey dan Mark Burnett.
Berbeda dengan serial The Bible yang mengetengahkan cerita dari Perjanjian Lama (Kitab Kejadian) sampai Perjanjian Baru (Kitab Wahyu), maka di serial A.D. : The Bible Continues, keseluruhan ceritanya merupakan adaptasi dari Kitab Para Rasul saja.
Serial ini diawali dengan adegan proses penyidangan terhadap Yesus (Juan Pablo Di Pace) di hadapan Iman Besar Kayafas (Richard Coyle), yang kemudian berlanjut dengan Yesus dibawa ke Pontius Pilatus (Vincent Regan). Demi menjaga kedamaian dan memuaskan keinginan masyarakat, Pilatus memerintahkan untuk menyalibkan Yesus. Saat penyaliban Yesus, Kayafas meminta Pilatus memastikan kalau Yesus benar-benar mati di kayu salib.
Sementara itu, Yoseph Arimathea (Kevin Doyle) - yang juga seorang Imam seperti Kayafas - tidak setuju dengan sikap Kayafas terhadap Yesus. Maka saat penyaliban Yesus, dia meminta Pilatus untuk menyerahkan mayat Yesus padanya agar dimakamkan di tempat penguburannya. Tindakan Yoseph Arimathea justru mengundang amarah Kayafas karena Yoseph melakukan hal itu seolah-olah berusaha menggenapi apa yang tertulis di Kitab Yesaya. Tindakan itu dikuatirkan akan menimbulkan gelombang pemberontakan dari orang-orang yang pro-Yesus.
Di lain pihak, Petrus (Adam Levy) didekati Boaz (George Georgiou) - sahabat masa kecilnya - untuk diajak bergabung melawan Pasukan Romawi. Petrus menolak menggunakan Cara Pedang dalam menghadapi Pasukan Romawi, dan memilih menggunakan Cara Kasih seperti yang Kristus ajarkan padanya dan para murid yang lain.
Tiga hari kemudian, Yesus Kristus bangkit dari kubur dan menemui Maria (Greta Scacci) dan para murid-Nya. Kebangkitan-Nya itu kemudian merubah iman para murid dan membuat mereka semakin bersemangat untuk mengabarkan Injil. Namun perjuangan mereka tidaklah mudah, karena Kayafas berhasil mempengaruhi Gubernur Pilatus untuk menghabisi para pengikut Yesus. Lalu muncul Saulus dari Tarsus (Emmet J. Scanlan) yang tidak percaya pada Yesus dan bersumpah untuk menangkapi semua pengikut Yesus. Serial ini berakhir dengan bertobatnya Saulus dan mengubah namanya menjadi Paulus, kemudian bersama Petrus serta pengikut Yesus yang lain melakukan pengabaran Injil.
Dibandingkan serial The Bible, A.D. : The Bible Continues jauh lebih seru dan menegangkan. Alurnya sangat cepat. Intrik yang disajikan pun sangat menarik dan berlangsung sangat cepat. Harus diakui kalau banyak sekali adegan dalam serial ini berbeda dengan apa yang tertulis di Alkitab. Meski demikian, kalau diperhatikan secara keseluruhan, konteksnya tidak berbeda dengan yang tertulis di Alkitab.
Serial ini mendapatkan respon yang sangat positif dari para penonton. Episode pertama ditonton 9.68 juta penonton Amerika Serikat. Seri-seri berikutnya rata-rata ditonton sekitar 7-8 juta penonton. Hal ini membuktikan kalau serial televisi bertema agama seperti ini masih diminati oleh para penonton. Bahkan masih banyak orang yang haus akan kebenaran Firman Tuhan, sehingga butuh penyegaran melalui film-film seperti ini.
ABOUT "THE BIBLE"
Serial televisi The Bible adalah serial televisi yang tayang 3 - 31 Maret 2013 di Saluran Televisi History Channel. Dibuat dengan dana total US$ 22 juta, serial yang dikemas menjadi 10 episode ini mengetengahkan cerita mulai dari Kitab Kejadian (Perjanjian Lama) hingga Kitab Wahyu (Perjanjian Baru).
Ide pembuatan serial ini telah digelontorkan Roma Downey dan Mark Burnett sejak tahun 2010, karena mereka ingin mengingatkan kembali kepada Generasi Masa Kini tentang "Pengharapan Terbesar" yang ada di Alkitab. Mereka pun ingin Generasi Kini menyadari kalau Alkitab bukanlah kumpulan cerita yang berdiri sendiri, namun merupakan kesatuan yang tidak terputus yang menjadi pernyataan Cinta Terbesar Allah Tuhan kepada umat-Nya.
Episode pertama seri The Bible ditonton 13.1 juta penonton Amerika Serikat, dan menjadikannya sebagai serial televisi kabel dengan penonton terbanyak sepanjang tahun 2013. Seri-seri berikutnya ditonton rata-rata 8 - 10 juta penonton, dan membukukannya sebagai Serial Televisi dengan Rating Tertinggi dengan Penonton Lebih dari 100 juta orang di tahun 2013.
Salah satu bagian dari serial tersebut - tentang kehidupan Yesus Kristus - kemudian dikembangkan dan dirilis dalam bentuk layar lebar dengan judul Son Of God yang dirilis tahun 2014. Sedangkan untuk menanggapi respon penonton yang sedemikian positif, maka pada tahun ini, sekuel The Bible - berjudul A.D. : The Bible Continues - dirilis dan ditayangkan di stasiun televisi NBC.
DO YOU KNOW?
Banyak stasiun televisi yang sangat tertarik dengan skenario The Bible buatan Downey dan Burnett. Masalahnya semua stasiun televisi tersebut meminta mereka untuk menghilangkan cerita tentang Yesus Kristus. Hanya History Channel saja yang setuju mendanai serial itu dibuat dengan utuh, lengkap dengan kisah kehidupan Yesus Kristus. Karena itulah serial itu kemudian diproduksi dan ditayangkan History Channel.
Untuk membuat skenario The Bible menjadi sebuah rangkaian cerita yang saling bersinergi dan berhubungan, Downey dan Burnett meminta nasihat dan masukan dari banyak pemuka agama Kristen, Katolik Roma, dan Yahudi terkemuka di dunia. Beberapa di antaranya yang terkenal adalah : Geoff Tunnicliffe (World Evangelical Alliance), Rick Warren (Pastor Gereja Saddleback), Erwin McManus (Pastor Gereja Mosaic), Bobby Gruenewald (Ketua YouVersion Bible), Leith Anderson (Presiden National Association of Evangelicals), Frank Wright (Presiden National Religious Broadcasters), George Wood (Ketua General Council of the Assemblies of God in the United States of America), Craig Groeschel (Life Church), dam Denny Rydberg (Young Life).
Beberapa hari sebelum seri perdana The Bible dirilis di televisi, Downey dan Burnett menulis sebuah artikel di The Wall Street Journal yang meminta kepada Departemen Pendidikan Amerika Serikat untuk dapat menjadikan Pendidikan Alkitab sebagai Pelajaran Wajib di sekolah umum Amerika Serikat. Menurut mereka, "Alkitab merupakan dasar utama dari pengetahuan dunia masa lalu yang menjelaskan apa yang terjadi di dunia masa kini."
Untuk mencegah perdebatan saat serial A.D. : The Bible Continues ditayangkan di televisi, Palam Fidelis Publishing merilis traktat yang berisi penjelasan tentang Kitab Para Rasul. Mereka pun membuka forum "Diskusi Keluarga" bagi siapapun yang ingin mendiskusikan isi setiap episode dari serial tersebut.
Jumat, 17 April 2015
CATASTASIS (2015)
Judul Film : CatastasisSutradara : Anthony Hackett
Pemeran : Anthony Hacket, Mariela Hill, Eric Slodysko, Leshe Shari
Tanggal tayang : 3 April 2015
Durasi : 88 menit
Mungkin ketika mendengarkan kotbah yang disampaikan Pendeta di Mimbar Gereja setiap minggu, kita semua mengira kalau apa yang disampaikan Pendeta itu adalah hal yang juga sang Pendeta itu lakukan dalam kehidupan sehari-harinya. Nyatanya tidak semua Pendeta melakukannya. Dan kalau pun dilakukan, sebenarnya mereka mengalami pergumulan yang sama hebatnya dengan kita.
Film ini menggambarkan bagaimana sebenarnya perjuangan seorang Pendeta atau Pastor dalam melakukan apa yang dikotbahkannya setiap minggu di Mimbar Gereja. Dikisahkan Pastor Paterson (Anthony Hacket) adalah seorang Pastor yang selalu mengkotbahkan hal-hal yang termuat dalam Alkitab, dan selalu mengajarkan jemaatnya untuk menjalani hidup mereka sesuai dengan Firman Tuhan.
Namun satu pagi, Pastor Paterson tiba-tiba dibangunkan oleh sebuah telepon dari seseorang yang tidak dikenal. Orang tersebut mengatakan bahwa dia telah menyandera Pastor Paterson di dalam rumahnya, sehingga sang pastor tidak bisa keluar dari rumah. Satu-satunya cara agar Pastor Paterson bebas adalah dengan menjalankan semua yang pernah dia kotbahkan di atas Mimbar Gereja. Meski awalnya tidak percaya, tetapi setelah gagal melarikan diri dan tidak bisa keluar dari rumahnya, Pastor Paterson pun menyadari kalau dirinya terjebak di dalam rumahnya sendiri.
Intensitas ketegangan memuncak manakala orang itu mengancam akan membunuh Pastor Paterson jika dia tidak melakukan semua ajarannya sendiri. Penelepon tersebut mengetahui semua gerak-gerik Pastor Paterson di dalam rumah, sehingga tidak ada cara bagi sang Pastor untuk melarikan diri. Siapakah orang itu? Apa yang dia maui sebenarnya dari Pastor Paterson? Film ini berakhir cukup dramatis dan mengejutkan. Seperti apa? Tonton saja sendiri ya....
Film sederhana namun menegangkan ini menawarkan sebuah tontonan thriller yang mendebarkan, sekaligus memberikan moral pelajaran yang mendalam : Bagaimana pun juga Pendeta atau Pastor adalah juga manusia biasa. Meski mereka mengajarkan Kebaikan sesuai Firman Tuhan, belum tentu mereka sendiri mampu menerapkan ajarannya sendiri dalam setiap bagian hidup mereka. Karena itu, janganlah menganggap Pendeta atau Pastor sebagai Orang Suci yang tidak pernah melakukan kesalahan. Mereka bukan Tuhan yang sempurna. Mereka sama seperti kita. Hanya saja tugas mereka adalah mengingatkan kita tentang Firman Tuhan.
Minggu, 28 September 2014
PERSECUTED
Judul Film : Persecuted
Sutradara : Daniel Lusko
Pemain : James Remar, Bruce Davison, Dean Stockwell, Raoul Trujillo
Tanggal Rilis : 18 Juli 2014
Durasi : 93 menit
Film thriller-action mendebarkan ini mengisahkan tentang Pembicara John Luther (James Remar), seorang pembicara yang sangat berani dalam mengutarakan kebenaran. Dia pun merupakan orang yang paling lantang dalam penyuarakan penentangan terhadap rencana Pemerintah Amerika untuk mengeluarkan Rancangan Undang-Undang yang bertujuan mempersempit ruang gerak pemeluk agama di negara tersebut.
Guna menjatuhkan nama baiknya, beberapa orang membuat konspirasi dengan menjebak John Luther menjadi tersangka sebuah kasus pembunuhan seorang remaja putri. John Luther ditangkap, namun dia berhasil melarikan diri. Dengan kasus sebagai buronan, John Luther bertarung melawan waktu untuk dapat segera mengungkap pelaku kasus pembunuhan itu sebenarnya, dan membersihkan nama baiknya. Hal ini jelas tidak mudah, karena dia tidak harus berhadapan dengan seorang pembunuh yang kejam, namun juga para politikus korup yang berusaha melakukan berbagai cara untuk menghalangi kebebasan beragama di Amerika Serikat.
Film ini terbilang cukup ekstrim karena - meski merupakan film dengan bobot cerita rohani yang cukup kental namun - banyak mengumbar adegan kejam dan sadis yang mungkin tidak lazim dalam film-film rohani. Walau demikian, banyak kritikus yang menilai jika apa yang ditampilkan dalam film ini cukup realistis dan menggambarkan apa saat ini yang sedang terjadi.
DO YOU KNOW?
Shooting film ini dilakukan di Albuquerque, New Mexico.
Film ini pertama kali ditayangkan di bulan Februari 2014 di Konvensi National Religius Broadcasters di Nashville, Tennessee. Meski banyak orang cukup terkejut dengan tayangan yang terbilang cukup "brutal" di film ini, namun hampir semua penonton memuji alur cerita film ini yang dianggap sangat realistis dengan kondisi saat ini.
Selain ditayangkan dalam bentuk layar lebar, film ini juga dibuat dalam bentuk novel. Adaptasi novel ditulis oleh Robin Parrish dan diedarkan berbarengan dengan tangal rilis film di Amerika Serikat.
Sutradara : Daniel Lusko
Pemain : James Remar, Bruce Davison, Dean Stockwell, Raoul Trujillo
Tanggal Rilis : 18 Juli 2014
Durasi : 93 menit
Film thriller-action mendebarkan ini mengisahkan tentang Pembicara John Luther (James Remar), seorang pembicara yang sangat berani dalam mengutarakan kebenaran. Dia pun merupakan orang yang paling lantang dalam penyuarakan penentangan terhadap rencana Pemerintah Amerika untuk mengeluarkan Rancangan Undang-Undang yang bertujuan mempersempit ruang gerak pemeluk agama di negara tersebut.
Guna menjatuhkan nama baiknya, beberapa orang membuat konspirasi dengan menjebak John Luther menjadi tersangka sebuah kasus pembunuhan seorang remaja putri. John Luther ditangkap, namun dia berhasil melarikan diri. Dengan kasus sebagai buronan, John Luther bertarung melawan waktu untuk dapat segera mengungkap pelaku kasus pembunuhan itu sebenarnya, dan membersihkan nama baiknya. Hal ini jelas tidak mudah, karena dia tidak harus berhadapan dengan seorang pembunuh yang kejam, namun juga para politikus korup yang berusaha melakukan berbagai cara untuk menghalangi kebebasan beragama di Amerika Serikat.
Film ini terbilang cukup ekstrim karena - meski merupakan film dengan bobot cerita rohani yang cukup kental namun - banyak mengumbar adegan kejam dan sadis yang mungkin tidak lazim dalam film-film rohani. Walau demikian, banyak kritikus yang menilai jika apa yang ditampilkan dalam film ini cukup realistis dan menggambarkan apa saat ini yang sedang terjadi.
DO YOU KNOW?
Shooting film ini dilakukan di Albuquerque, New Mexico.
Film ini pertama kali ditayangkan di bulan Februari 2014 di Konvensi National Religius Broadcasters di Nashville, Tennessee. Meski banyak orang cukup terkejut dengan tayangan yang terbilang cukup "brutal" di film ini, namun hampir semua penonton memuji alur cerita film ini yang dianggap sangat realistis dengan kondisi saat ini.
Selain ditayangkan dalam bentuk layar lebar, film ini juga dibuat dalam bentuk novel. Adaptasi novel ditulis oleh Robin Parrish dan diedarkan berbarengan dengan tangal rilis film di Amerika Serikat.
Langganan:
Postingan (Atom)













