Tampilkan postingan dengan label mainstream. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mainstream. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 Februari 2015

TV Series Recommendation - THE LEFTOVERS (2014 - onward)

Judul Serial TV     : THE LEFTOVERS
Pemeran                :  Justin Thereoux, Amy Brenneman, Christopher Eccleston, Liv Tyler, Chris Zylka
Tanggal tayang      : 29 Juni 2014 - onward
Ditayangkan          : HBO
Total episode         : 10 (Season 1)

Novel fenomenal Left Behind karya Tim LaHaye dan Jerry B. Jenkins yang dirilis tahun 1995 bisa dikatakan pionir dan  tonggak awal dari dimulainya rentetan penerbitan novel-novel bertemakan akhir jaman. Selain novel, film-film bertemakan akhir jaman yang dihubungkan dengan apa yang dinubuatkan dalam Alkitab banyak bermunculan. Film yang bertemakan hal ini pun tidak saja film layar lebar, tetapi juga serial televisi.

Salah satu serial televisi yang menurut saya cukup menarik adalah The Leftovers yang Season Pertamanya tayang 29 Juli - 7 September 2014. Berbeda dengan film-film bertema akhir jaman yang banyak menampilkan prediksi-prediksi yang mengerikan (tentang Tujuh Sangkakala, Tujuh Meterai, dan Tujuh Penunggang Kuda), serial ini justru menampilkan cerita yang jauh lebih alami dan humanis.

Dengan mengambil setting di sebuah kota bernama Mapleton, New York, serial ini diawali dengan menghilangnya sebagian penduduk bumi secara tiba-tiba. Hal ini menyebabkan banyak orang yang trauma dan shock dengan menghilangnya keluarga mereka secara tiba-tiba tersebut. Hilangnya manusia di bumi itu kemudian dikenal dengan sebutan "Sudden Departure" (Kepergian yang Mendadak), membuat banyak orang yang tidak bisa terima.

Tiga tahun pasca kejadian itu, manusia di bumi mengalami perubahan kehidupan yang dramatis. Kevin Garvey (diperani Justin Thereoux) adalah seorang Kepala Polisi Mapleton, New York, yang keluarganya hancur pasca kejadian tersebut. Anak ketiganya yang dikandung oleh istrinya Laurie Garvey (Amy Brenneman) tiba-tiba menghilang begitu saja dari dalam rahim, membuat Laurie shock dan tidak bisa menerima. Karena itu, dia meninggalkan keluarganya dan bergabung dengan kelompok bernama Guilty Remnant. Kelompok tersebut merupakan kelompok misterius yang mana para anggotanya sama sekali tidak berbicara dan seharian menghabiskan waktu dengan merokok.

Dalam acara peringatan 3 tahun menghilangnya anggota keluarga para penduduk Mapleton, terjadi insiden antara penduduk dengan anggota Guilty Remnant, di mana anggota kelompok itu hadir dan meminta para penduduk melupakan keluarganya yang menghilang itu. Tentu saja hal ini menyulutkan amarah para penduduk yang berduka, sehingga melampiaskan kemarahan pada kelompok itu. Insiden ini justru membuat Kelompok Guilty Remnant dijauhi dan dimusuhi.

Sementara itu, muncul seorang "nabi" bernama Holy Wayne (Paterson Joseph) yang punya talenta penyembuhan dan datang sebagai penyelamat yang bisa mengangkat kepahitan dalam hidup manusia.  Diam-diam di balik kharisma dan kemampuan penyembuhannya itu, Wayne punya rencana tersembunyi karena dia mempersiapkan pasukan bersenjata lengkap. Kepolisian The Bureau of ATFEC (Alcohol, Tobacco, Fireamrs, Explosives, and Cults) mencium rencana busuk Wayne, sehingga memutuskan untuk bertindak duluan dengan menyerbu markas rahasia Wayne. Tapi dia berhasil lolos. Di tempat persembunyiannya, Wayne kemudian mempersiapkan pasukannya kembali untuk melancarkan penyerangan yang sebenarnya kepada Pemerintah Amerika Serikat.

Di lain pihak, ternyata diam-diam Guilty Remnant pun punya rencana untuk mengacaukan kota Mapleton, dengan berupaya membuat para penduduk melupakan sanak-saudaranya yang hilang dalam kejadian "pengangkatan" tiga tahun silam. Aksi mereka yang semula tanpa kekerasan, sedikit-demi sedikit mulai berubah, dan ini menyulitkan para polisi untuk menghentikan aksi anarkis mereka tersebut.

Mengapa pengangkatan itu terjadi? Akankah dunia akan dikuasai oleh para Nabi Palsu? Siapa sebenarnya Wayne dan Guilty Remnant?

Serial ini mendapatkan respon yang sangat positif dari para penonton Amerika Serikat. Meski serial ini kental dengan ajaran Kristen, namun ajaran tersebut tidak terlalu mencolok ditampilkan (misalnya tidak ada penekanan-penekanan ayat tertentu atau pun doktrinasi Akhir Jaman), sehingga masih bisa ditonton layaknya serial televisi sekuler pada umumnya.

Secara umum, para kritikus film memberikan apresiasi yang baik untuk serial ini, di mana rata-rata mereka memberikan nilai 9 - 9.5 dari total 10 untuk setiap episodenya, yang menjadi bukti betapa serial ini mendapatkan perhatian yang cukup baik dari mereka.

Kesuksesan serial ini berdampak sangat baik, di mana serial ini diperpanjang, dengan diproduksinya Season Kedua The Leftovers sejak Agustus 2014 silam. Season Kedua serial ini rencananya akan mulai tayang bulan Mei 2015 mendatang dengan total 10 episode.



DO YOU KNOW? 
Serial televisi The Leftovers merupakan 1 dari 7 serial yang dipilih Critic's Choice Television Award untuk kategori Most Exciting New Series of the Year. Adapun 6 seri lain yang juga mendapatkan penghargaan yang sama adalah Extant, Gotham, Halth and Catch Fire, Outlander, Penny Dreadful, dan The Strain.

Serial ini mendapatkan cukup banyak apresiasi dan nominasi penghargaan dari berbagai acara bergengsi. Beberapa diantaranya adalah nominasi Best Long Form Adapted for Pilot Episode di Ajang 67th Writers Guild of America Awards, dan tiga nominasi (Best Genre Show, Best Supportin Actress in Mini Series or TV Film, dan Best Supporting Actor for Mini Series or TV Film) di Ajang 19th Satellite Awards.
















Sabtu, 27 September 2014

Controversy Movie - GOD'S NOT DEAD

Judul Film      : God's Not Dead
Sutradara        : Harold Cronk
Pemain           : Kevin Sorbo, Shane Harper, David A.R. White, Dean Cain
Rilis                : 21 Maret 2014

Film ini merupakan sebuah film remaja yang kontroversi, meski cerita yang diangkat sebenarnya merupakan cerita yang "standar" dan biasa saja.  Bertutur tentang seorang mahasiswa bernama Josh Wheaton (Shane Harper) yang mengambil Pelajaran Filosofi. Pengajar pelajaran tersebut adalah Profesor Jeffrey Radisson (Kevin Sorbo), yang belakangan diketahui adalah seorang atheis.

Saat pelajaran akan dimulai, Profesor Jeffrey meminta semua siswanya untuk menandatangani deklarasi "God Is Dead" (Tuhan Telah Mati) agar mereka semua dapat lulus mata pelajaran yang diajarinya. Semua menandatangani deklarasi itu, kecuali Josh. Dia mempertanyakan alasan penandatanganan deklarasi itu dan keberatan jika harus menyangkal keberadaan Tuhan.

Tindakan Josh menimbulkan amarah Profesor Jeffrey yang kemudian menantangnya untuk berdebat sebanyak tiga kali pertemuan di kelas. Dalam debat itu, Profesor Jeffrey menghendaki Josh untuk bisa membuktikan kalau Tuhan memang ada. Dalam dua debat pertama, Profesor Jeffrey berhasil dengan telak menyudutkan Josh. Namun pada debat terakhir, Josh berhasil membungkam Profesor Jeffrey dengan sebuah pertanyaan, "Why do you hate God?"

Pertanyaan itu menimbulkan amarah yang luar biasa dari Profesor Jeffrey, dan terungkaplah kalau dia membenci Tuhan karena punya dendam masa kecil dengan Tuhan.

Secara umum, film ini mengangkat tema tentang ketidakpercayaan orang terhadap keberadaan Tuhan di masa kini. Kehidupan yang makin berat dan sikap ego manusia, membuat mereka hanya percaya pada diri sendiri dan sudah percaya lagi dengan Kuasa dan Kemuliaan Tuhan. Dengan diingatkan kembali akan Tuhan, diharapkan setiap orang dapat belajar untuk bisa menghilangkan egonya, dan meyakini bahwa segala kesuksesan dan kegagalannya tidak lepas dari peran Tuhan yang membentuk diri orang tersebut.

Saat ditayangkan, film ini menimbulkan kontroversi  yang luar biasa hebat di Amerika Serikat. Banyak kritikus dan penonton menyatakan ketidaksukaan mereka terhadap film ini. Hal ini terbukti dari banyaknya kritikan tajam para kritikus dalam berbagai kesempatan terhadap film ini. Mungkin karena ajakan untuk kembali ingat Tuhan menjadi bagian yang sulit diterima masyarakat sekuler.

Meski mendapat kecaman, film ini mendapatkan apresiasi yang sangat baik dari kalangan gereja, perguruan tinggi, dan pekerja rohani. Sebut saja forum dan komunitas pekerja rohani seperti Alliance Defending Freedom, Faith Driven Consumer, Denison Forum on Truth and Culture, Trevecca Nazarene University, dan The Dove Foundation menyambut baik film ini, bahkan mendorong banyak orang untuk menonton film ini. Bagi mereka, film ini baik untuk ditonton bagi orang-orang yang sudah mundur imannya dari Tuhan. Selain itu, film ini memberikan pengharapan bagi orang-orang yang berbeban berat, bahwa Tuhan masih bekerja atas mereka.

Meski cercaan, kritikan, dan makian banyak dilontarkan pada film ini, God's Not Dead membuktikan diri sebagai film indie yang sukses secara finansial. Dengan bujet pembuatan film sebesar US$ 2 juta, film ini mampu meraup keuntungan finansial hingga US$ 62 juta.



DO YOU KNOW? 
Meski tidak secara resmi disebutkan, namun Harold Cronk - sutradara film ini - menjelaskan kalau film God's Not Dead diadaptasi dari buku God's Not Dead : Evidence For God in An Age of Uncertainty (ditulis oleh Rice Broocks).

Grup musik Newsboys menjadi cameo dalam film ini. Tidak hanya itu, mereka pun menyanyikan lagu God's Not Dead sebagai lagu tema film ini. Lagu tersebut merupakan lagu yang ada di album mereka (berjudul sama dengan lagu tersebut) yang dirilis tahun 2011 silam. Album God's Not Dead merupakan album kelima belas mereka dan merupakan album terlaris tahun 2011. Lagu "God's Not Dead (Like A Lion)" dianugrahi Sertifikat Gold oleh RIAA sebagai lagu terpopuler tahun itu.

Selain Newsboys, turut juga tampil sebagai cameo dalam film ini adalah Willie Jess Robertson, motivator, pebisnis, dan penulis terkenal Amerika Serikat. Dia terkenal berkat penampilannya dalam reality show televisi Duck Dynasty. Robertson juga terkenal sebagai pemilik perusahaan Duck Commander, perusahaan yang menciptakan dan menjual produk "Duck Call" (peluit tiup untuk memanggil bebekm dan biasanya digunakan oleh pemburu bebek untuk menarik perhatian bebek).