Tampilkan postingan dengan label korea selatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label korea selatan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 12 Maret 2015

THE DROP BOX

Judul Film        : The Drop Box
Pemeran           : Pastor Lee Jong Rak
Sutradara          :  Brian Ivie
Durasi               : 77 menit
Tanggal tayang : 3 Maret 2015

Film ini bisa dikatakan sebuah dokumenter, bisa juga biografi. Apapun namanya, film ini benar-benar merupakan sebuah film yang sangat mengharukan dan mampu membuat siapapun menitikkan air mata saat menontonnya.

Film ini mengisahkan tentang Pastor Lee Jong Rak, seorang pastor di sebuah gereja kecil di Korea Selatan yang sering mendapatkan "kiriman" dus berisi bayi yang diterlantarkan orang tuanya. Tidak ada informasi sejak kapan hal itu terjadi, tetapi film ini menampilkan bagaimana Pastor Lee sering menemukan dus berisi bayi-bayi terlantar di depan pintu gerejanya.

Film ini menampilkan usaha Pastor Lee dalam mengupayakan kesehatan sang bayi yang ditemuinya. Karena gereja tidak punya dana untuk mengurusi anak-anak itu, Pastor Lee selalu berusaha mengupayakan dana itu ada demi para bayi tersebut. Usahanya yang gigih serta perjuangan tanpa lelah Pastor Lee menjadi inspirasi yang sangat mengharukan. 

The Drop Box menjadi film renungan tentang harga sebuah Kasih, yang tidak terukur oleh uang. Film ini juga menyoroti perilaku para orang tua yang tega membuang anaknya. Lepas karena alasan ekonomi, kesehatan, atau apapun, tindakan ini benar-benar tidak manusiawi.

Meski lokasi shooting film ini dilakukan di Korea Selatan dan semua percakapan menggunakan bahasa Korea, film ini bukan produk Negara Gingseng tersebut, tapi produksi Kanada. The Drop Box dikerjakan oleh Rumah Produksi Focus on the Family dan diproduseri Will Tober, Sarah Choi, Sam Jo, dan Dane Smith.

Sabtu, 04 Oktober 2014

THE APOSTLE (신이 보낸 사람 )

Judul Film     : The Apostle
Sutradara       :  Kim Jin Moo
Pemain           :  Ahn Byung Kyung, Jo Duk Je, Kim Jae Hwa, Kim Eun Hye, Heo Ji Won
Durasi            : 112 menit
Tanggal Rilis : 13 Februari 2014

Film drama yang mengharukan ini meski tidak secara eksplisit dijelaskan, namun ide ceritanya diangkat dari kejadian sebenarnya yang terjadi di awal tahun 2013 ketika 33 orang warga Korea Utara dieksekusi karena memberikan bantuan kepada misionaris Kristen yang melakukan gerakan gereja bawah tanah.

Film ini mengisahkan tentang Chul Ho (diperani Kim In Kwon) dan istrinya adalah sepasang suami istri yang aslinya penduduk Korea Selatan tapi tinggal di Korea Utara. Diam-diam mereka adalah pendukung penyebaran injil dan pembangunan gereja di negara tersebut. Tentu saja tindakan mereka sangat berbahaya karena Korea Utara melarang adanya gerakan penyebaran agama Kristen. Meski tahu risiko yang akan dihadapi, mereka tetap menjalankan misi mereka.

Dan hal buruk pun terjadi. Pemerintah Korea Utara berhasil mengendus keberadaan gerakan tersebut, dan menciduk mereka bersama para anggota yang lain. Dalam proses penangkapan yang berlangsung brutal, istri Chul Ho tewas. Hal ini mengguncang Chul Ho dan membuatnya dirudung rasa bersalah yang luar biasa.

Dua tahun kemudian, setelah menjalani penahanan dan siksaan yang bertubi-tubi, Chul Ho kembali ke kampung halamannya di Korea Selatan. Dia kemudian bergabung dengan misionaris lain di Korea Selatan untuk kemudian membangun gereja di kampung halamannya.

Drama rohani ini terbilang cukup menyentuh karena menggambarkan dengan cukup detil apa yang terjadi dan dialami orang-orang yang memilih mengikuti Agama tertentu di Korea Utara. Ancaman penjara, siksaan, bahkan hukuman mati merupakan konsekuensi yang harus mereka hadapi ketika memilih beriman kepada Tuhan, dan bukan Illah yang diatur Negara.


DO YOU KNOW? 
Saat disodori skrip dan membacanya, Kim In Kwon - pemeran Chul Ho - sempat menolak untuk memainkan perannya karena emosi Chul Ho yang ditangkapnya sangat mendalam dan dia sempat terguncang saat membaca penderitaan karakter yang akan diperaninya tersebut. Begitu beratnya peran yang akan dibawakannya itu, In Kwon sempat meminta untuk bertukar peran. Namun setelah semalaman berdiskusi dan diyakini Sutradara Kim Jin Moo, In Kwon akhirnya mau memainkan peran tersebut.

Kim Jin Moo dan para krunya menghabiskan waktu lebih dari setahun untuk melakukan riset dan mewawancarai para aktivis serta anggota gerakan bawah tanah Gereja Korea Utara. Riset ini sangat berbahaya karena harus kucing-kucingan dengan Pemerintah dan pihak kepolisian Korea Utara. Jika sampai tertangkap, tidak hanya para anggota gerakan bawah tanah yang akan diseret ke penjara, namun para kru pun harus menanggung risiko ditahan, bahkan dieksekusi Pemerintah Korea Utara.
Dalam film The Apostle, adegan yang memperlihatkan polisi melakukan penyiksaan brutal terhadap seorang pengikut Kristen yang menyimpan selembar halaman Injil, merupakan penggambarkan berdasasrkan cerita yang disampaikan Baek Kyung Yoon, seorang wanita yang juga Kapten Tentara Korea Selatan yang pernah ditangkap di Korea Utara 14 tahun silam. Kyung Yoon menyaksikan sendiri penyiksaan yang dilakukan oleh para tentara Korea Utara terhadap para aktivis tersebut. Setelah berhasil melarikan diri, Kyung Yoon melaporkan apa yang dilihatnya pada Reuters dan PBB.

Film The Apostle mendapat kehormatan ditayangkan pertama kali secara internasional di Konsul Hak Asasi Manusia PBB di Genewa pada tanggal 17 Maret 2014.

Berkat film ini, dan juga reaksi dunia internasional terhadap sikap Pemerintah yang dianggap melanggar Hak Beragama masyarakat, Korea Utara membebaskan Kenneth Bae, seorang warga Amerika Serikat beragama Kristen yang telah ditahan sejak tahun 2012 dan rencananya dihukum 15 tahun penjara karena dianggap mendukung gerakan penginjilan bawah tanah dan membahayakan stabilitas negara. Selain itu, Misionari Australia John Short berusia 75 tahun pun dibebaskan setelah pledoi permintaan maaf atas tindakannya menyebarkan agama Kristen diterima Pemerintah Korea Utara.