Kamis, 12 Maret 2015

THE DROP BOX

Judul Film        : The Drop Box
Pemeran           : Pastor Lee Jong Rak
Sutradara          :  Brian Ivie
Durasi               : 77 menit
Tanggal tayang : 3 Maret 2015

Film ini bisa dikatakan sebuah dokumenter, bisa juga biografi. Apapun namanya, film ini benar-benar merupakan sebuah film yang sangat mengharukan dan mampu membuat siapapun menitikkan air mata saat menontonnya.

Film ini mengisahkan tentang Pastor Lee Jong Rak, seorang pastor di sebuah gereja kecil di Korea Selatan yang sering mendapatkan "kiriman" dus berisi bayi yang diterlantarkan orang tuanya. Tidak ada informasi sejak kapan hal itu terjadi, tetapi film ini menampilkan bagaimana Pastor Lee sering menemukan dus berisi bayi-bayi terlantar di depan pintu gerejanya.

Film ini menampilkan usaha Pastor Lee dalam mengupayakan kesehatan sang bayi yang ditemuinya. Karena gereja tidak punya dana untuk mengurusi anak-anak itu, Pastor Lee selalu berusaha mengupayakan dana itu ada demi para bayi tersebut. Usahanya yang gigih serta perjuangan tanpa lelah Pastor Lee menjadi inspirasi yang sangat mengharukan. 

The Drop Box menjadi film renungan tentang harga sebuah Kasih, yang tidak terukur oleh uang. Film ini juga menyoroti perilaku para orang tua yang tega membuang anaknya. Lepas karena alasan ekonomi, kesehatan, atau apapun, tindakan ini benar-benar tidak manusiawi.

Meski lokasi shooting film ini dilakukan di Korea Selatan dan semua percakapan menggunakan bahasa Korea, film ini bukan produk Negara Gingseng tersebut, tapi produksi Kanada. The Drop Box dikerjakan oleh Rumah Produksi Focus on the Family dan diproduseri Will Tober, Sarah Choi, Sam Jo, dan Dane Smith.

Minggu, 22 Februari 2015

TV Series Recommendation - THE LEFTOVERS (2014 - onward)

Judul Serial TV     : THE LEFTOVERS
Pemeran                :  Justin Thereoux, Amy Brenneman, Christopher Eccleston, Liv Tyler, Chris Zylka
Tanggal tayang      : 29 Juni 2014 - onward
Ditayangkan          : HBO
Total episode         : 10 (Season 1)

Novel fenomenal Left Behind karya Tim LaHaye dan Jerry B. Jenkins yang dirilis tahun 1995 bisa dikatakan pionir dan  tonggak awal dari dimulainya rentetan penerbitan novel-novel bertemakan akhir jaman. Selain novel, film-film bertemakan akhir jaman yang dihubungkan dengan apa yang dinubuatkan dalam Alkitab banyak bermunculan. Film yang bertemakan hal ini pun tidak saja film layar lebar, tetapi juga serial televisi.

Salah satu serial televisi yang menurut saya cukup menarik adalah The Leftovers yang Season Pertamanya tayang 29 Juli - 7 September 2014. Berbeda dengan film-film bertema akhir jaman yang banyak menampilkan prediksi-prediksi yang mengerikan (tentang Tujuh Sangkakala, Tujuh Meterai, dan Tujuh Penunggang Kuda), serial ini justru menampilkan cerita yang jauh lebih alami dan humanis.

Dengan mengambil setting di sebuah kota bernama Mapleton, New York, serial ini diawali dengan menghilangnya sebagian penduduk bumi secara tiba-tiba. Hal ini menyebabkan banyak orang yang trauma dan shock dengan menghilangnya keluarga mereka secara tiba-tiba tersebut. Hilangnya manusia di bumi itu kemudian dikenal dengan sebutan "Sudden Departure" (Kepergian yang Mendadak), membuat banyak orang yang tidak bisa terima.

Tiga tahun pasca kejadian itu, manusia di bumi mengalami perubahan kehidupan yang dramatis. Kevin Garvey (diperani Justin Thereoux) adalah seorang Kepala Polisi Mapleton, New York, yang keluarganya hancur pasca kejadian tersebut. Anak ketiganya yang dikandung oleh istrinya Laurie Garvey (Amy Brenneman) tiba-tiba menghilang begitu saja dari dalam rahim, membuat Laurie shock dan tidak bisa menerima. Karena itu, dia meninggalkan keluarganya dan bergabung dengan kelompok bernama Guilty Remnant. Kelompok tersebut merupakan kelompok misterius yang mana para anggotanya sama sekali tidak berbicara dan seharian menghabiskan waktu dengan merokok.

Dalam acara peringatan 3 tahun menghilangnya anggota keluarga para penduduk Mapleton, terjadi insiden antara penduduk dengan anggota Guilty Remnant, di mana anggota kelompok itu hadir dan meminta para penduduk melupakan keluarganya yang menghilang itu. Tentu saja hal ini menyulutkan amarah para penduduk yang berduka, sehingga melampiaskan kemarahan pada kelompok itu. Insiden ini justru membuat Kelompok Guilty Remnant dijauhi dan dimusuhi.

Sementara itu, muncul seorang "nabi" bernama Holy Wayne (Paterson Joseph) yang punya talenta penyembuhan dan datang sebagai penyelamat yang bisa mengangkat kepahitan dalam hidup manusia.  Diam-diam di balik kharisma dan kemampuan penyembuhannya itu, Wayne punya rencana tersembunyi karena dia mempersiapkan pasukan bersenjata lengkap. Kepolisian The Bureau of ATFEC (Alcohol, Tobacco, Fireamrs, Explosives, and Cults) mencium rencana busuk Wayne, sehingga memutuskan untuk bertindak duluan dengan menyerbu markas rahasia Wayne. Tapi dia berhasil lolos. Di tempat persembunyiannya, Wayne kemudian mempersiapkan pasukannya kembali untuk melancarkan penyerangan yang sebenarnya kepada Pemerintah Amerika Serikat.

Di lain pihak, ternyata diam-diam Guilty Remnant pun punya rencana untuk mengacaukan kota Mapleton, dengan berupaya membuat para penduduk melupakan sanak-saudaranya yang hilang dalam kejadian "pengangkatan" tiga tahun silam. Aksi mereka yang semula tanpa kekerasan, sedikit-demi sedikit mulai berubah, dan ini menyulitkan para polisi untuk menghentikan aksi anarkis mereka tersebut.

Mengapa pengangkatan itu terjadi? Akankah dunia akan dikuasai oleh para Nabi Palsu? Siapa sebenarnya Wayne dan Guilty Remnant?

Serial ini mendapatkan respon yang sangat positif dari para penonton Amerika Serikat. Meski serial ini kental dengan ajaran Kristen, namun ajaran tersebut tidak terlalu mencolok ditampilkan (misalnya tidak ada penekanan-penekanan ayat tertentu atau pun doktrinasi Akhir Jaman), sehingga masih bisa ditonton layaknya serial televisi sekuler pada umumnya.

Secara umum, para kritikus film memberikan apresiasi yang baik untuk serial ini, di mana rata-rata mereka memberikan nilai 9 - 9.5 dari total 10 untuk setiap episodenya, yang menjadi bukti betapa serial ini mendapatkan perhatian yang cukup baik dari mereka.

Kesuksesan serial ini berdampak sangat baik, di mana serial ini diperpanjang, dengan diproduksinya Season Kedua The Leftovers sejak Agustus 2014 silam. Season Kedua serial ini rencananya akan mulai tayang bulan Mei 2015 mendatang dengan total 10 episode.



DO YOU KNOW? 
Serial televisi The Leftovers merupakan 1 dari 7 serial yang dipilih Critic's Choice Television Award untuk kategori Most Exciting New Series of the Year. Adapun 6 seri lain yang juga mendapatkan penghargaan yang sama adalah Extant, Gotham, Halth and Catch Fire, Outlander, Penny Dreadful, dan The Strain.

Serial ini mendapatkan cukup banyak apresiasi dan nominasi penghargaan dari berbagai acara bergengsi. Beberapa diantaranya adalah nominasi Best Long Form Adapted for Pilot Episode di Ajang 67th Writers Guild of America Awards, dan tiga nominasi (Best Genre Show, Best Supportin Actress in Mini Series or TV Film, dan Best Supporting Actor for Mini Series or TV Film) di Ajang 19th Satellite Awards.
















Jumat, 16 Januari 2015

THE REMAINING

Sutradara          : Casey La Scala
Pemeran           : Alexa Vega, Johnny Pacar, Shaun Sipos, Bryan Dechart, Italia Ricci, Liz E. Morgan
Durasi              : 88 menit
Tanggal edar    : 5 September 2014


Film horor yang dibuat dalam bentuk "found footage" ini berpusat pada sekelompok sahabat yang terjebak dalam sebuah kejadian dasyat yang membuat mereka mempertanyakan tentang arti hidup.

Lewat rekaman kamera handycam, film ini mengabadikan saat-saat bahagia ketika Skylar (Alexa Vega) dan Dan ( Bryan Dechart) merayakan pernikahan mereka. Di tengah-tengah acara, tiba-tiba orang tua Skylar terangkat ke langit dan menghilang. Hal ini diikuti oleh beberapa orang lain yang tiba-tiba ikut terangkat dan menghilang.

Saat itu juga suasana pernikahan yang berlangsung meriah menjadi kacau. Semua pengunjung panik dan berhamburan dari tempat itu, namun semuanya terjebak dan terangkat ke langit. Skylar, Dan, serta beberapa orang lain yang selamat, berhasil menyelamatkan diri dengan bersembunyi di ruang bawah tanah di dekat gereja yang tidak jauh dari lokasi kejadian.Di dalam bunker itulah, masing-masing dari mereka mulai mengintrospeksi diri dan mempertanyakan tentang hubungan pribadi serta iman mereka pada Yesus Kristus.

Lewat Alkitab yang mereka miliki, semua orang baru menyadari jika kejadian yang baru mereka alami adalah awal dari 7 tahun Kesengsaraan, seperti yang ditulis di Alkitab. Dan mereka harus bersiap untuk menghadapi kengerian yang lebih dasyat dan akan terjadi tidak lama lagi.

Film bertema akhir jaman ini merupakan salah satu film rohani yang cukup menarik, karena ditampilkan dengan penggambaran dan teknik yang berbeda. Film ini juga merupakan film rohani pertama yang dibuat dalam bentuk "found footage" yang saat ini sedang populer di perfilman dunia. 

Meskipun punya potensi menjadi film box-office, anehnya, film ini minim publikasi dan promosi. Selain itu, film berbujet US$  1.7 juta ini hanya tayang beberapa hari, kemudian hilang begitu saja. Tidak jelas alasan "hilangnya" film tersebut dari layar lebar. Banyak orang - terutama orang Kristen - bahkan belum tahu soal film ini. Ditambah lagi, DVD film ini ternyata sulit ditemukan di pasaran karena belum dijual. Sulitnya mendapatkan film ini di luar negeri menjadi tanda tanya besar buat saya.

Jadi jika berhasil mendapatkan film ini, Anda patut bersyukur karena film ini tergolong langka yang tidak dijual bebas dan belum bisa didapat dengan mudah.



DO YOU KNOW? 
Selain menjadi Sutradara, Casey La Scala juga menjadi Penulis Skenario film ini. Ide membuat The Remaining didapat Scala saat dia mengunjungi lokasi shooting film Paranormal Activity 5 (film ini akan rilis 13 Maret 2015 mendatang). Dia kemudian mendapat ide untuk membuat film dengan bentuk mirip Paranormal Activity tapi dalam sudut pandang Ajaran Kristen.

Skenario La Scala menggunakan alur dan urutan yang sama dengan yang tertulis di Kitab Wahyu Perjanjian Baru.

Film ini dirilis tanggal 5 September 2014 di Amerika Serikat. Dalam seminggu tayang, film ini berhasil meraup keuntungan finansial sebesar US$ 1,1 juta. Meski mengalami peningkatan penonton di minggu kedua, namun film ini kemudian menghilang begitu saja dari bioskop-bioskop Amerika Serikat.

Selain di Amerika Serikat, film ini juga ditayangkan secara internasional di Filipina, Meksiko, Argentina, Ecuator, dan Bolivia.



Senin, 27 Oktober 2014

AS DREAMERS DO : THE AMAZING LIFE OF WALT DISNEY

Judul Film     : As Dreamers Do : The Amazing Life of Walt Disney
Sutradara       : Logan Sekulow
Pemain          : Travis Tritt, Olan Rogers, Ryan Dunlap, Mark Stuart
Durasi            : 90 menit
Tanggal Rilis : 16 September 2014

Mungkin bagi anak-anak generasi masa kini, Walt Disney hanyalah nama pemilik anjungan permainan Disneyland atau nama perusahaan film Walt Disney yang terkenal karena film-film kartun, animasi, dan film keluarganya. Namun mungkin bagi kita yang lahir di era 1960 - 1980an, Walt Disney adalah sosok mengagumkan dan dihormati, tidak saja dari anak-anak tetapi juga orang dewasa hingga orang tua. Di tangannyalah, awal dari perwujudan mimpi anak-anak dunia menjadi kenyataan.  Tidak banyak yang tahu bagaimana perjuangannya untuk menjadi legenda seperti sekarang.

Film ini mengupas kisah kehidupan dan perjuangan Walt Disney (diperani dengan sangat gemilang oleh Travis Tritt) sejak masih sangat belia hingga kesuksesan gemilangnya saat menciptakan film kartun serta karakter legendaris bernama Mickey Mouse. Dengan latar belakang kehidupan Amerika Serikat di era tahun 1950-an, penonton akan dibawa dalam kehidupan Walter Elias Disney (nama lengkap Walt Disney) yang sangat bersahaja, di mana keluarganya hidup dalam kemiskinan. Disney lalu menyadari bagaimana Tuhan memberikan talenta terbaik baginya untuk bisak berimajinasi dan menuangkan imajinasinya dalam bentuk karikatur.

Dengan kemampuannya ini, Disney mulai belajar mengembangkan kemampuannya menggambar, lalu membuat film bergambar yang bergerak. Usahanya ini didukung penuh oleh keluarganya, terutama kakaknya Roy dan Bibi Margaret, yang mengajarinya untuk terus beriman dan percaya pada dirinya sendiri, dan Tuhan.

Film ini tidak saja menunjukkan hal-hal menyenangkan dalam kehidupan Disney. Dia pun pernah mengalami kebangkrutan, masalah finansian, serta hari-hari berat ketika Amerika Serikat sedang mengalami krisis ekonomi. Namun dengan perjuangan pantang menyerah, Disney berhasil membangun kerajaan bisnisnya. Dan hingga akhir hayatnya, dia menjadi orang sukses yang dikenang dan dihormati sepanjang masa.

Film ini mengajarkan moral yang luar biasa, bagaimana hubungan keluarga yang baik dapat menjadi kekuatan bagi seseorang untuk meraih mimpinya. Selain itu, film ini juga mengajarkan para penonton untuk tetap percaya pada mimpi. Jangan pernah takut untuk bermimpi dan meraih impian. Perjuangan Disney meraih impiannya benar-benar menjadi motivasi yang baik sekali. Dan film ini dengan sangat sempurna telah menggambarkan perjuangan Disney yang pantang menyerah itu.







Selasa, 07 Oktober 2014

CHRISTIAN MINGLE

Judul Film    : Christian Mingle
Sutradara      : Corbin Bernsen
Pemain          : Lacey Chabert, Jonathan Patrick Moore, Saidah Erikka Ekulona
Durasi           : 100 menit
Tanggar edar : 10 Oktober 2014

Gaya hidup masyarakat perkotaan belakangan ini membuat banyak orang yang larut dalam dunia pekerjaannya, dan lupa dengan kehidupan pribadinya. Hal ini juga dialami Gwyneth Hayden (Lacey Chabert), wanita karir 30 tahun yang masih single. Saat ini dia sedang berada di puncak kesuksesan karirnya. Cantik. Energik. Kaya. Punya apartemen mewah. Dan banyak sahabat yang asik. Hanya satu yang kurang : Kekasih.

Saat menyadari kebutuhannya akan pria yang bisa jadi kekasihnya, Gwyneth kemudian mendaftarkan profil-nya ke situs kencan ChristianMingle.com dan berharap bertemu pria yang cocok. Ada pria yang cocok dengannya. Namun kepribadian Gwyneth jadi masalah, karena pria itu menginginkan wanita yang taat beragama dan paham hal-hal tentang iman. Tentu hal ini sangat bertolak belakang dari kepribadian Gwyneth sehari-hari.

Agar bisa mendapatkan pria dambaan hatinya, Gwyneth berpura-pura menjadi wanita yang memahami hal-hal yang berhubungan dengan agama dan iman, meski hubungannya dengan Tuhan kurang baik. Dari kepura-puraan, kehidupan Gwyneth perlahan berubah, dan akhirnya dia menemukan jalannya untuk bisa menjadi orang yang benar-benar beriman dan percaya dengan Kuasa Tuhan.

Film komedi romantis ini sangat ringan dan tidak terkesan mendoktrinasi ajaran agama tertentu. Film ini menyorot sikap munafik dan kepura-puraan yang banyak beredar dalam masyarakat belakangan ini. Sehingga, usai menonton film ini, kita disadarkan bahwa hidup dengan iman yang benar jauh lebih penting daripada hidup di dalam kebohongan.


DO YOU KNOW? 
Aslinya, ChristianMingle.com adalah situs yang benar-benar ada dan merupakan situs kencan yang dikhususkan untuk orang-orang Kristen. Situs tersebut merupakan salah satu situs yang dimiliki Spark Networks, Inc (berdiri sejak tahun 1997) yang berlokasi di Los Angeles, California, dan memiliki cabang di Lehi, Utah.


Senin, 06 Oktober 2014

BELIEVE ME

Judul Film      : Believe Me
Sutradara        : Will Bakke
Pemain           :  Alex Russell, Zachary Knighton, Johanna Braddy, Miles Fisher
Durasi            :  93 menit
Tanggal Rilis : 26 September 2014

Film ini adalah film komedi indie. Meski demikian, tidak berarti film yang dibuat dengan biaya "murah-meriah" ini adalah film yang asal-asalan, tapi justru dapat mengocok perut penonton hingga sakit.

Ceritanya tergolong cukup sederhana : Sam (diperani Alex Russell) adalah seorang mahasiswa dari sebuah perguruan tinggi yang sudah menamatkan pendidikannya dan bersiap untuk menghadapi hari wisuda. Namun sebelum dia bisa diwisuda, ada tagihan pendidikan yang nilainya ratusan ribu dollar yang harus dilunasinya. Sam terpaksa harus berpikir keras untuk bisa mendapatkan uang tersebut agar bisa diwisuda. Ide pun muncul. Dia mengajak 3 orang teman kos sekamarnya untuk mendapatkan uang dengan cara yang mudah : berpura-pura menggalang dana untuk proyek keagamaan.

Ternyata cara mereka berhasil. Dalam waktu singkat, uang ratusan hingga ribuan dollar terkumpul. Meski mereka berhasil meraup dollar dari tindakan tidak terpuji ini, tidak berarti tidak ada yang mengetahuinya. Adalah Callie (Johanna Braddy), sahabat dan juga orang yang dicintai Sam, berhasil membuka kedok penipuan yang dilakukan Sam dan ketiga temannya itu.

Dan dalam kampanye penggalangan dana terakhir yang dilakukan, Sam diminta Callie untuk mengakui semua perbuatan dan kebohongannya kepada masyarakat di atas podium. Akankah Sam bisa melakukannya? Apa reaksi masyarakat saat mengetahui kebohongan yang dilakukan Sam?


DO YOU KNOW? 
Keseluruhan shooting dilakukan di Austin, Texas. Proses shooting dilakukan sejak tanggal 5 Agustus 2013 dan berakhir 25 Agustus 2013. Sehingga total waktu pengambilan gambarnya adalah 20 hari.

Film ini diproduksi Riot Studios, dan merupakan film fiksi pertama yang mereka produksi. Sebelumnya Riot Studios dikenal sebagai studio yang memproduseri film-film dokumenter, seperti One Nation Under God dan Beware of Christians.


BOYHOOD

Judul Film     : Boyhood
Sutradara       : Richard Linklater
Pemeran        : Ellar Coltrane, Patricia Arquette, Lorelei Linklater, Ethan Hawke
Durasi            : 165 menit
Tanggal Rilis : 11 Juli 2014

Film ini bisa saya katakan sebagai film independen yang paling lama proses pembuatannya. Dibuat dalam kurun 12 tahun (diperani oleh para pemeran yang sama), film ini mengikuti pertumbuhan seorang anak kecil dari usia 6 tahun hingga 18 tahun. Selama itu, film ini memotret perkembangannya seiring dengan usia dan kondisi lingkungan di sekitarnya. Tidak ada rekayasa atau animasi komputer dalam film ini. Semuanya benar-benar alami dan apa adanya. Jadi sangat wajar jika saya harus angkat topi untuk film ini.

Film ini menyorot kehidupan Mason Evans Jr (diperani dengan sangat baik sepanjang 18 tahun oleh Ellar Coltrane), seorang anak yang hidup dalam keluarga broken-home. Diawali pada tahun 2002, saat Evans masih berusia 6 tahun tinggal di Houston bersama kakak perempuannya Samantha (Lorelei Linklater) dan ibunya Olivia (Patricia Arquette). Ayah mereka, Mason Sr (Ethan Hawke) tinggal di kota yang sama dan seminggu sekali mengunjungi keluarganya. Setiap kali bertemu, adu mulut selalu terjadi antara orang tua Evans.

Dua tahun kemudian, tahun 2004, Olivia bersekolah lagi. Dia berkenalan dengan salah seorang pengajar, Profesor Bill Welbrock (Marco Perella), kemudian menjalin hubungan intim, lalu menikah. Di masa ini, Evans dan kakaknya harus beradaptasi dengan keluarga baru mereka, yang ternyata tidak jauh lebih baik daripada saat Olivia masih bersama ayah mereka.

Tahun 2008, Olivia bercerai dengan Bill dan bersama Evans dan Samantha memulai hidup baru mereka di San Marcos. Di sana Olivia mengajar dan jatuh hati pada Jim (Brad Hawkins), salah seorang muridnya yang juga veteran Perang Iraq. Di masa ini, Evans mulai mengenai marijuana dan alkohol, serta mulai tertarik pada wanita.

Tahun 2010, Mason Sr menikah kembali dan mengajak Evans dan Samantha untuk mengenal istri dan keluarga barunya. Di sana, Evans berkenalan dengan Sheena (Zoe Graham) yang kelak menjadi kekasihnya. Pada masa itu, Evans menunjukkan ketertarikannya pada dunia fotografi dan mulai bekerja sebagai fotografer.

Tahun 2012, hubungan asmara Evans dan Sheena kandas. Meski dalam kondisi patah hati, Evans berhasil berprestasi dengan memenangkan Kontes Fotografi dan meraih beasiswa untuk kuliah.

Tahun 2014, Evans bersiap-siap untuk kuliah sehingga harus pindah. Setelah Evans pindah, Olivia kemudian menjual rumahnya. Di kampus, Evans punya kekasih baru bernama Nicole yang diperkenalkannya dengan ayahnya. Film diakhiri dengan perjalanan Evans dan kekasihnya ke Big Bend National Park untuk menikmati kebersamaan mereka. 

Transformasi Ellar Coltrane dari usia 6 tahun - 20 tahun
Film ini mendapatkan pujian bertubi-tubi dari para kritikus film di seluruh dunia. Mereka khususnya memuji akting Ellar Coltrane yang secara cemerlang  berakting dengan sangat baik sejak usia 6 tahun hingga 20 tahun. Film ini pun mendapatkan respon yang cukup positif dari para penonton dunia yang memuji alur cerita film yang begitu alami dan lancar.

Majalah populer seperti Rolling Stones, The Guardian, Los Angeles Review dan lain-lain, memberikan penilaian tertinggi untuk film ini, sebagai bukti bahwa film ini merupakan film berkelas yang sangat baik.

Tidak hanya itu. Film ini pun memenangi banyak penghargaan sebagai bukti kualitas film ini yang di atas rata-rata. Sebut saja penghargaan Best Director, Reader Jury, dan Prize of The Guild of German Art House Cinemas di Ajang Berlin International Film Festival (2013), Founder's Directing Award untuk San Francisco International Film Festival (2014), dan penghargaan Best Film, Best Director, dan Best Actress untuk Seattle International Film Festival (2014).



DO YOU KNOW? 
Film ini pertama kali ditayangkan tanggal 16 Januari 2014 dalam pembukaan Sundance Film Festival 2014. Festival ini sendiri berlangsung dari tanggal 16 - 24 Januari 2014.

Dikarenakan lamanya waktu pembuatan film , maka IFC - produser sekaligus perusahaan distribusi film ini - mengalokasikan bujet pembuatan film ini sebesar US$ 200,000 setiap tahunnya, sehingga total biaya yang dihabiskan untuk pembuatan film ini adalah US$ 2.4 juta (untuk 12 tahun).

Film ini meraup keuntungan finansial sebesar US$ 37.5 juta, menjadikannya sebagai film box-office yang sangat sukses.

Skenario film Boyhood dibuat saat proses shooting berlangsung, di mana setiap pemain utama ikut berpartisipasi dalam proses penulisan naskah.

Awalnya, film ini diberi judul The Twelve-Year Project. Pada pertengahan tahun 2013, Richard Linklater - sang sutradara - memutuskan memberikan judul film ini 12 Years. Tapi setelah film 12 Years A Slave (2013) memenangkan Oscar dan menjadi film box-office, dia kuatir akan timbul masalah. Karena itu dia menganti judul film ini menjadi Boyhood.

Selama 12 tahun proses pengerjaan film, Richard Linklater tidak pernah sedikit pun menunjukkan hasil kerjanya kepada IFC. IFC pun memberikan kebebasan kepada Linklater untuk menyelesaikan film tersebut tanpa pernah mempertanyakan hasil kerjanya.



FUN FACT
Boyhood bukanlah satu-satunya film yang mengisahkan tentang perkembangan hidup seseorang dan dibuat dalam kurun waktu yang panjang. The Children Of Golzow merupakan film bertema serupa. Dibuat dalam bentuk dokumenter dan menampilkan perkembangan hidup beberapa orang, mulai dari masih anak-anak pada tahun 1961 hingga usia lanjut di tahun 2007. Total waktu yang dibutuhkan untuk shooting film tersebut adalah 46 tahun.